Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wapres Sara Duterte Hadapi Tuntutan Pemakzulan Kedua

📅 Kamis, 05 Des 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Sara Duterte Hadapi Tuntutan Pemakzulan Kedua Doc: AFP/TED ALJIBE
Ket. Sejumlah pengunjuk rasa membawa plakat berisi seruan bagi pemakzulan terhadap Wapres Sara Duterte saat terjadi aksi protes di luar gedung Kongres di Manila, Filipina, pada Rabu (4/12).

MANILA - Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, pada Rabu (4/12) kembali menghadapi pengaduan pemakzulan kedua saat ia menghadapi penyelidikan atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr dan tuduhan penyelewengan dana pemerintah.

Putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu telah diterpa kekacauan politik setelah aliansinya dengan Marcos Jr tiba-tiba runtuh menjelang pemilihan paruh waktu tahun 2025.

Pada Juni lalu, Wapres Duterte mengundurkan diri dari jabatannya di kabinet sebagai menteri pendidikan setelah hubungan antara kedua keluarga berkuasa tersebut mencapai titik kritis..

Tuntutan pemakzulan pada 4 Desember diajukan oleh para aktivis, guru, mantan anggota kongres dan lainnya yang menuduh Duterte mengkhianati kepercayaan publik atas dugaan penyalahgunaan dana publik senilai jutaan dollar saat ia menjabat sebagai menteri pendidikan, kata koalisi sayap kiri Makabayan.

“Penyalahgunaan dana rahasia senilai lebih dari setengah miliar peso (8,5 juta dollar AS) yang dilakukan wakil presiden secara terang-terangan, khususnya pencairan dana mencurigakan sebesar 125 juta peso hanya dalam kurun waktu 11 hari di penghujung tahun 2022, merupakan pengkhianatan serius terhadap kepercayaan publik,” kata mantan anggota kongres Teddy Casino, salah satu pengadu, dalam sebuah pernyataan.

“Masyarakat Filipina, terutama para pembayar pajak yang menanggung beban pendanaan operasi pemerintah, berhak mendapatkan akuntabilitas dari pejabat tertinggi kedua,” tegas dia.

Sebelumnya pada Selasa (3/12), koalisi aktivis yang berbeda juga mengajukan tuntutan pemakzulan terhadap Duterte dan menuduhnya melakukan korupsi dan pelanggaran.

Wapres Duterte membantah telah menyalahgunakan dana publik.

Tambah Kesulitan

Tidak jelas apakah salah satu dari dua kasus pemakzulan yang diajukan terhadap Duterte pekan ini akan mendapat dukungan dari sepertiga anggota parlemen yang dibutuhkan untuk dipindahkan ke persidangan Senat.

Meskipun sekutu-sekutu Marcos Jr memegang mayoritas di DPR, Presiden Filipina itu secara terbuka menyebut upaya-upaya semacam itu hanya membuang-buang waktu.

Berdasarkan konstitusi negara tersebut, proses pemakzulan tidak dapat dimulai terhadap orang yang sama lebih dari satu kali dalam setahun, yang berarti DPR, tempat kedua pengaduan diajukan, harus memilih satu atau menggabungkannya.

Keluhan terbaru ini menambah kesulitan hukum yang dihadapi Duterte saat ia menghadapi penyelidikan atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Marcos Jr dan penyelidikan lain terkait penggunaan dana pemerintah olehnya.

Duterte dipanggil setelah konferensi pers di mana ia mengaku telah memberitahu seseorang untuk membunuh presiden jika ancaman terhadap nyawanya sendiri dilakukan. Ia kemudian mengatakan komentar tersebut disalahartikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.