Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Usulan Pembangunan Penampungan Sampah di Jalur Pendakian Gunung Rinjani

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usulan Pembangunan Penampungan Sampah di Jalur Pendakian Gunung Rinjani Doc: Antara
Ket. General Manager Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono memaparkan upaya menjaga kelestarian lingkungan dalam program gelar wicara Festival Rinjani Begawe di Teras Udaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (28/3/2026).

Mataram - Pengelola Geopark Rinjani mengusulkan pembangunan tempat penampungan atau shelter sampah sebagai upaya mengatasi persoalan sampah yang mengotori jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami menawarkan konsep shelter di beberapa pos pendakian, sehingga pendaki bisa mengumpulkan sampah di sana," kata General Manager Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono saat ditemui dalam acara Festival Rinjani Begawe di Mataram, Sabtu.

Qwadru menjelaskan shelter sampah bertujuan untuk memudahkan pengelolaan sampah dengan menyediakan titik kumpul sementara bagi sampah yang dibawa para pendaki saat melintasi jalur pendakian Gunung Rinjani.

Geopark Rinjani telah memaparkan konsep shalter sampah tersebut kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB.

Menurut Qwadru, skema pembiayaan pembangunan dan pengelolaan shelter sampah masih dalam tahap kajian termasuk kemungkinan penerapan retribusi tambahan bagi pendaki atau pengalokasian sebagian dari retribusi wisata pendakian.

Ia menilai biaya retribusi pendakian saat ini cukup besar, namun pengelolaannya masih terpusat ke pemerintah pusat sehingga belum optimal mendukung penanganan sampah di lapangan.

Geopark Rinjani menawarkan pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk mengangkut sampah dari tempat pengumpulan mengingat keterbatasan tenaga manusia dalam proses angkut turun melintasi medan berat jalur pendakian.

"Biaya retribusi pendakian lumayan, tapi uangnya lari ke pemerintah pusat semua. Jadi, bagaimana supaya (retribusi pendakian) itu juga bisa ada alokasi untuk penanganan sampah," ucap Qwadru.

Lebih lanjut ia menuturkan pembangunan shelter sampah tidak langsung dilakukan di seluruh jalur pendakian. Tahap awal hanya berfokus kepada jalur paling ramai dilalui pendaki, yakni Sembalun di Lombok Timur dan Senaru di Lombok Utara.

Geopark Rinjani menekankan pentingnya penguatan regulasi berupa sanksi tegas dan pengetatan pemeriksaan barang bawaan pendaki saat naik maupun turun dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Berdasarkan laporan statistik kantor Balai TNGR pada 2025, sampah pendakian mencapai 30,35 ton dan sampah non pendakian sebanyak 1,19 ton. Jumlah kunjungan wisata pendakian tercatat sebanyak 80.214 orang, sedangkan jumlah kunjungan wisata non pendakian mencapai 52.108 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.