Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Unik, Materi Asteroid Bennu Berasal dari Dalam dan Luar Tata Surya

📅 Senin, 08 Sep 2025, 07:46 WIB | Oleh:
Unik, Materi Asteroid Bennu Berasal dari Dalam dan Luar Tata Surya Doc: AFP/HO/NASA/Goddard/University of Arizona
Ket. Wahana antariksa OSIRIS-REx NASA menunjukkan citra mosaik asteroid Bennu, yang terdiri dari 12 citra PolyCam, dari jarak 12 mil (124 km).

BENNU mengikuti orbit yang membawanya mendekati Bumi setiap enam tahun. Artinya, ia diklasifikasikan sebagai asteroid dekat Bumi (Near-Earth Asteroid/NEA) dan objek berpotensi berbahaya (Potentially Hazardous Object/PHO).

Ketika NASA merencanakan misi OSIRIS-REx yang mengunjungi Bennu dan membawa sampelnya, hal tersebut merupakan hasil evaluasi ilmiah dan rekayasa yang intensif terhadap kandidat asteroid.

Karena Bennu dekat dengan Bumi dan merupakan asteroid primitif berkarbon, NASA menetapkannya sebagai target.

Asteroid ini cukup besar untuk mengorbit dan mengumpulkan sampel, dan analisis spektroskopi permukaannya menunjukkan bahwa ia mengandung hal-hal yang ingin dipelajari para ilmuwan, seperti material kaya karbon dan mineral terhidrasi. Kini, hampir sembilan tahun setelah OSIRIS-Rex diluncurkan, sampel-sampelnya sedang dipelajari di berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Tiga makalah yang baru diterbitkan menunjukkan bahwa Bennu terbentuk dari material-material di dalam dan luar Tata Surya. Makalah-makalah tersebut juga menunjukkan bagaimana sebagian material asteroid telah berubah akibat paparan cuaca antariksa dan interaksi dengan air.

Jessica Barnes, profesor madya di Laboratorium Lunar dan Planet Universitas Arizona, adalah salah satu penulis utama salah satu publikasi tersebut. “Ini adalah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dengan teleskop,” kata Barnes dikutip dari Science Alert.

“Sangat menggembirakan bahwa kami akhirnya dapat mengatakan hal-hal ini tentang asteroid yang telah lama kami impikan untuk dikunjungi dan akhirnya membawa pulang sampel-sampelnya,” ujar dia.

Benda induk Bennu adalah bagian dari keluarga asteroid Polana.

Sejarah tabrakan menciptakan Bennu, dan benda induk aslinya mengandung material dari Tata Surya dan sekitarnya. Akibatnya, Bennu pun demikian, dengan material dari dekat Matahari, dari jarak yang sangat jauh dari Matahari, dan bahkan dari bintang-bintang lain.

Benda induknya terbentuk dari campuran materi ini lebih dari 4 miliar tahun yang lalu, seiring terbentuknya Tata Surya. Makalah “The variety and origin of materials accreted by Bennu’s parent asteroid” menjelaskan hal ini secara rinci.

“Asteroid induk Bennu mungkin terbentuk di bagian terluar tata surya, kemungkinan di luar planet-planet raksasa, Jupiter dan Saturnus,” kata Barnes. “Kami menduga benda induk ini ditabrak oleh asteroid yang datang dan hancur berkeping-keping. Kemudian, pecahan-pecahannya tersusun kembali dan ini mungkin terulang beberapa kali,” ungkapnya.

“Benda-benda pertama yang terbentuk di Tata Surya memperoleh materinya dari bintang, awan molekul presolar, dan cakram protoplanet,” tulis para penulis. “Asteroid yang belum mengalami diferensiasi planet menyimpan bukti adanya materi primer yang terakresi ini,” tambahnya.

Sampel dari Bennu menunjukkan bahwa sebagian besar materi permukaan telah diubah oleh interaksi hidrotermal yang telah mengubah komposisi isotop, kimia, dan mineralogi massalnya. Namun, tidak ada sampel yang diubah.

“Kami menunjukkan bahwa beberapa material terakresi primer lolos dari alterasi air ekstensif yang terjadi pada asteroid induk, termasuk butiran presolar dari bintang-bintang purba, materi organik dari Tata Surya bagian luar atau awan molekuler, padatan refraktori yang terbentuk di dekat Matahari, dan debu yang diperkaya dengan isotop Ti yang kaya neutron,” demikian pernyataan dalam makalah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

51 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.