Turki Akhirnya Setuju Swedia Gabung NATO
📅 Selasa, 11 Jul 2023, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CGTN/CFP
JAKARTA - Turki setuju untuk memajukan aksesi Swedia ke Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) pada Senin (10/7), sehari sebelum pertemuan puncak aliansi tersebut di ibu kota Lituania.
Dikutip dari CGTN, Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan saat konferensi pers, setelah pertemuan tiga pihak dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson, Turki telah setuju untuk meneruskan protokol aksesi Swedia ke parlemen sesegera mungkin dan memastikan ratifikasinya.
Proses aksesi NATO membutuhkan persetujuan dari semua negara anggota.Swedia dan Finlandia mendaftar untuk bergabung dengan aliansi tersebut tahun lalu. Namun menghadapi keberatan dari Turki yang berpendapat kedua negara itu menampung anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang pemerintah Erdogan dan gerakan Gulen.
Turki akhirnya mencabut keberatannya terhadap aksesi Finlandia ke NATO awal tahun ini setelah Helsinki mengambil "langkah nyata" terhadap organisasi semacam itu.Pada April, Finlandia menjadi negara anggota ke-31 NATO.Namun, Ankara terus memblokir proposal Swedia.
Sekjen NATO mengatakan sejak KTT NATO 2022, Swedia dan Turki telah bekerja sama erat untuk mengatasi masalah keamanan yang sah dari Turki.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Swedia telah mengubah konstitusinya, mengubah undang-undangnya, secara signifikan memperluas kerja sama kontra-terorisme melawan PKK, dan melanjutkan ekspor senjata ke Turki, semua langkah yang ditetapkan dalam Memorandum Trilateral disepakati pada 2022," katanya.
Kedua negara sepakat untuk melanjutkan kerja sama di bawah Mekanisme Bersama Permanen Trilateral dalam kerangka Memorandum Trilateral, dan juga di bawah "Perjanjian Keamanan bilateral baru yang akan bertemu setiap tahun di tingkat menteri dan membentuk kelompok kerja yang sesuai," tambahnya.
Sebelumnya pada Senin, sebelum berangkat ke Vilnius, Erdogan mengatakan negaranya akan mendukung Swedia bergabung dengan NATO jika UE menghidupkan kembali pembicaraan keanggotaan Ankara, sebuah langkah tak terduga yang diklaim beberapa media akan "mengguncang persatuan aliansi."
Sebaiknya Anda baca juga:
Keputusan yang telah lama ditunggu telah mendapat dukungan dari para pemimpin dan pejabat negara lain.Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban telah mengisyaratkan akan mengikuti jejak Erdogan.
Presiden AS Joe Biden berkata, "Saya menantikan menyambut Perdana Menteri Kristersson dan Swedia sebagai sekutu NATO ke-32 kami." Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock juga menyambut "kabar baik" itu di Twitter.
Keanggotaan NATO Swedia telah menjadi fokus utama di KTT Vilnius.Menjelang pertemuan, beberapa organisasi di Swedia menyuarakan keberatan mereka atas bergabungnya Swedia ke dalam aliansi tersebut.Masyarakat Perdamaian dan Arbitrase Swedia mengatakan kepada surat kabar Dagens Nyheter minggu lalu, negara itu akan lebih aman jika tidak menjadi anggota aliansi militer.
Ini adalah "prioritas historis yang buruk - Swedia lebih aman di luar NATO," kata Kerstin Bergea, ketua organisasi tersebut."Saya khawatir kita akan meningkatkan situasi dunia yang tegang dengan menjadi bagian dari aliansi senjata nuklir."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!