Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Umumkan Tarif Impor untuk Sejumlah Barang dari AS

📅 Selasa, 04 Feb 2025, 14:40 WIB | Oleh:
Tiongkok Umumkan Tarif Impor untuk Sejumlah Barang dari AS Doc: AFP
Ket. Tiongkok akan mengenakan tarif impor pada energi dan kendaraan dari AS.

BEIJING – Tiongkok pada hari Selasa (4/2) mengatakan akan mengenakan tarif pada impor energi, kendaraan dan peralatan dari Amerika Serikat, sebagai balasan atas meningkatnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

Dikutip dari CGTN, Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara Tiongkok menyatakan bahwa tarif sebesar 15 persen akan dikenakan pada batu bara dan gas alam cair (LNG) Amerika Serikat, sementara tarif sebesar 10 persen akan dikenakan pada minyak, mesin pertanian, kendaraan berkapasitas besar, dan truk pikap AS. Kebijakan tarif itu berlaku mulai 10 Februari.

Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump, yang ditandatangani pada hari Sabtu, untuk menerapkan kenaikan tarif sebesar 10 persen pada impor dari Tiongkok, yang mulai berlaku pada hari Selasa 4 Februari.

Tindakan AS itu, kata Tiongkok, "sangat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tidak melakukan apa pun untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan mengganggu kerja sama ekonomi dan perdagangan normal antara Tiongkok dan Amerika Serikat".

Beijing mengatakan akan mengajukan keluhan kepada WTO atas pungutan "jahat" tersebut.

Bersamaan dengan kebijakan tarifnya, Tiongkok mengumumkan penyelidikan terhadap raksasa teknologi AS Google serta memasukkan grup mode asal AS, PVH Corp. yang dimiliki Tommy Hilfiger dan Calvin Klein, serta raksasa bioteknologi Illumina ke dalam daftar "entitas yang tidak dapat diandalkan".

Beijing juga meluncurkan kontrol ekspor baru pada logam dan bahan kimia langka termasuk tungsten, tellurium, bismuth, dan molibdenum, yang digunakan dalam berbagai peralatan industri.

Tarif untuk Kanada dan Meksiko Ditunda

Trump mengatakan kebijakan tarif ditujukan untuk menghukum negara-negara yang gagal menghentikan aliran migran ilegal dan narkoba termasuk fentanil ke Amerika Serikat.

Namun, pada hari Senin ia mengatakan berencana menelepon mitranya dari Tiongkok, Xi Jinping dalam 24 jam ke depan.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sebelumnya telah mencapai kesepakatan pada menit-menit terakhir dengan Trump untuk memperketat tindakan perbatasan terhadap arus migran dan fentanil ke Amerika Serikat, yang menyebabkan penghentian sementara tarif yang mengancam selama 30 hari.

Saham Asia melonjak pada hari Selasa karena berita tentang tarif yang dihentikan sementara, dan harapan bahwa negosiasi serupa dapat meringankan pungutan terhadap ekonomi Tiongkok memberikan optimisme ekstra. 

Namun, para pedagang memangkas sebagian keuntungan tersebut saat Tiongkok mengumumkan langkah-langkahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.