Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Swiss akan Menghancurkan 60 Sistem Rudal SAM Rapier yang Dapat Membantu Ukraina

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 06:14 WIB | Oleh:
Swiss akan Menghancurkan 60 Sistem Rudal SAM Rapier yang Dapat Membantu Ukraina Doc: Istimewa
Ket. Meski sudah berusia 70 tahun, dengan jangkauan rudal maksimum 8 kilometer dan ketinggian 5 kilometer, Rapier bisa membantu Pasukan Pertahanan Ukraina untuk menghancurkan drone yang terbang rendah.

BERN - Orang-orang di negara lain menggelengkan kepala atas penolakan Swiss untuk mengekspor kembali senjata dan amunisi Swiss ke Ukraina. Sekarang kesalahpahaman cenderung menjadi lebih besar.

Seperti yang dilaporkan Blick, angkatan darat negara keju itu saat ini sedang dalam proses menghapus sistem rudal darat ke udara (SAM/ surface to air missile ) Rapier. Pada 1980-an, Swiss membeli 60 sistem anti-pesawat yang dikembangkan British Aircraft Corporation pada 1960-an itu dari Inggris.

Dalam perang Malvinas, sistem yang juga telah menjadi tulang punggung langit Indonesia selama sekitar 2 dekade ini, setidaknya sudah merontokkan 14 pesawat tempur Argentina.

"Itu tidak dapat lagi secara efektif melawan ancaman hari ini dari udara," kata pemerintah federal membenarkan penghapusan tersebut dalam Pesan Angkatan Darat 2020.

Alasan penghapusan karena sistem ini sebagian besar tidak efektif melawan pesawat tempur modern. "Selain itu, tidak ada lagi suku cadang. Karena alasan ini, tidak ada lagi rekrutan yang dilatih menggunakan sistem Rapier sejak 2019" tambahnya.

Mengacu pada keputusan Dewan Federal Swiss pada tahun 2006 bahwa sistem asing yang dinonaktifkan harus dijual kembali ke pabrikan sebagai prioritas. Dan tanpa syarat senjata itu tidak boleh diwariskan.

"Tahap pertama dari sistem senjata telah dibongkar, dan tiga lagi akan menyusul. Dimaksudkan semua sistem akan dibongkar dan dibuang dalam tahapan lebih lanjut ini," kata juru bicara Kantor Federal untuk Pengadaan Pertahanan, Kaj-Gunnar Sievert, seperti dikutip dalam artikel NZZ am Sonntag".

"Tidak biasa bagi Swiss untuk secara aktif menawarkan penjualan sistem militer yang dinonaktifkan," tambah Sievert.

Swiss mengklaim akan mematuhi kebijakan netralitas, tetapi beberapa pejabat mengkritik keputusan pemerintah tersebut. Secara khusus, anggota Dewan Nasional François Pointet percaya bahwa Rapier seharusnya diserahkan kepada Angkatan Bersenjata Ukraina.

Meski sudah berusia 70 tahun, dengan jangkauan rudal maksimum 8 kilometer dan ketinggian 5 kilometer, Rapier bisa membantu Pasukan Pertahanan Ukraina untuk menghancurkan target yang terbang rendah.

"Swiss seharusnya bertanya setidaknya kepada Inggris Raya apakah senjata ini masih dibutuhkan," timpal Penasehat Nasional Partai Sosial Demokrat, Franziska Roth.

"Rudal tidak sepenuhnya usang"

Mengingat perang yang berkecamuk di Ukraina, Peter Schneider, mantan pemimpin redaksi "Allgemeine Schweizerische Militarzeitschrift", menganggap penonaktifan itu tidak dapat dipahami. "Roketnya sudah tua, tapi juga tidak ketinggalan zaman," katanya kepada "NZZ am Sonntag".

Dalam pandangannya, Rapier masih bisa digunakan dengan sangat baik terhadap target yang terbang rendah seperti drone, dan mereka juga bisa digunakan untuk memerangi jet tempur dan helikopter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.