Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Pulau Sebesi
📅 Senin, 17 Mar 2025, 13:35 WIB | Oleh: Arif
Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
Lampung Selatan, 17/3 - Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, punya banyak potensi wisata bahari. Salah satunya adalah Pulau Sebesi.
Pulau yang terletak di Selat Sunda itu secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
Pulau itu juga berada di dekat Gunung Anak Krakatau dan sering menjadi titik singgah bagi wisatawan yang ingin mengunjungi pulau tersebut.
Pulau Sebesi tidak hanya berdekatan dengan Anak Krakatau saja, namun bersebelahan dengan Pulau Sebuku yang juga sama memiliki keindahan pantai yang jarang dikunjungi wisatawan.
Pulau Sebesi memiliki luas sekitar 2.620 hektare dengan wilayah pantai dan pegunungan. Pulau ini juga dihuni oleh masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mencapai Pulau Sebesi, wisatawan bisa menyeberang dari Dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa, dengan perahu motor selama sekitar kurang lebih dua jam lamanya.
Dengan waktu tempuh dua jam dari pusat kota Kalianda, Lampung Selatan, dan menyeberangi lautan luas Selat Sunda, rasa lelah wisatawan terbayar dengan keindahan alam pantainya.
Oleh karena itu, pulau Sebesi sering kali dijuluki oleh wisatawan sebagai surga tersembunyi di ujung Pulau Sumatera.
Atas keindahannya tersebut, Pulau Sebesi menyajikan berbagai keunggulan yang bisa dinikmati oleh pengunjung seperti snorkeling, diving, dan bermain dengan putih dan bersihnya pantai yang ada di pulau tersebut.
Tidak hanya itu, Pulau Sebesi juga menawarkan pemandangan yang selalu membuat wisatawan terpesona dengan keindahan Gunung Anak Krakatau, yang dapat dilihat langsung dari pesisirnya.
Ada potensi wisata yang besar di sana yang bisa dikembangkan, terutama bagi pecinta wisata bahari dan petualangan seperti menjelajahi hutan tropis yang alami, tempat hidup berbagai jenis flora dan fauna. Pulau tersebut tidak hanya menyajikan keindahan wisata bahari, tetapi juga menyuguhkan wisata edukasi dan sejarah.
Wisata edukasi dan sejarah itu terkait dengan Gunung Krakatau yang memiliki jejak letusan pada tahun 1883 dan Pulau Sebesi merupakan salah satu daerah yang terkena dampak letusan itu sehingga memiliki nilai sejarah yang menarik untuk dipelajari.
Dengan keindahan alam dan cerita sejarah Krakatau itu, pulau Sebesi memiliki potensi wisata yang ideal untuk dikembangkan. Tapi saat ini, pulau itu belum dikelola dengan baik.
Di pulau itu masih minim fasilitas pendukung untuk wisatawan, seperti penginapan yang sudah membutuhkan perbaikan, alat-alat untuk snorkling, diving, dan kano yang sudah rusak hingga tidak bisa terpakai lagi. Keadaan itu sangat kontras dengan berbagai objek wisata yang ditawarkan dan bisa dinikmati di sana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!