Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Solusi Jiwasraya, Likuidasi Aset Harus Segera Dipercepat

📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Solusi Jiwasraya, Likuidasi Aset Harus Segera Dipercepat Doc: antara
Ket. Likuidasi Aset Jiwasraya Harus Dipercepat

JAKARTA – Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menilai perlunya mempercepat proses likuidasi aset Jiwasraya, sebagai upaya untuk menutupi kewajiban yang tersisa terkait dana pensiunan. Selain itu, upaya yang masih bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan skema restrukturisasi melalui Indonesia Financial Group (IFG), yang telah menampung sebagian polis Jiwasraya.

“Alternatif lain adalah melibatkan pihak ketiga dalam skema bail-in, atau mencari solusi hybrid yang memungkinkan pencicilan dana pensiunan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan yang tersisa,” ujar Arianto saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (7/2).

Dia menjelaskan pemerintah melalui Kementerian badan usaha milik negara (BUMN) dan IFG dapat mempercepat penyelesaian kewajiban dengan mengalokasikan dana tambahan atau menerbitkan kebijakan khusus untuk memitigasi dampak sosial bagi para pensiunan yang terdampak. Selain itu, ujarnya lagi, penguatan regulasi dan pengawasan terhadap asuransi BUMN lainnya perlu diperketat agar kasus serupa tidak terulang ke depan.

“Pemerintah juga bisa menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga keuangan untuk mencari solusi penyehatan keuangan bagi nasabah yang terdampak,” ujar Arianto.

Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan rencana pembubaran Jiwasraya menjadi langkah terakhir seiring perusahaan sudah tidak mampu lagi memenuhi kewajibannya. Meski demikian, menurutnya lagi, langkah itu harus dilakukan dengan mekanisme yang memastikan perlindungan bagi nasabah, termasuk skema pembayaran sisa kewajiban melalui aset yang tersisa.

“Jika ada alternatif restrukturisasi yang lebih baik tanpa membubarkan perusahaan, maka opsi tersebut seharusnya diprioritaskan agar dampaknya terhadap pensiunan dan perekonomian lebih terkendali,” ujar Arianto.

Dampak Meluas

Masalah keuangan Jiwasraya telah berdampak terhadap Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Jiwasraya. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (6/2), Direktur Operasional dan Keuangan Jiwasraya Lutfi Rizal memaparkan total kewajiban Jiwasraya kepada DPPK Jiwasraya sekitar 486 miliar rupiah.

Perseroan menambah dana senilai 132 miliar rupiah kepada DPPK Jiwasraya, sehingga rasio solvabilitas DPPK Jiwasraya meningkat dari 4,7 persen menjadi 32,9 persen pada akhir Desember 2024. Dengan penambahan 132 miliar rupiah itu, tersisa kewajiban pembiayaan JIwasraya kepada DPPK sekitar 354 miliar rupiah, yang di dalamnya juga terdapat potensi fraud sebesar 257 miliar rupiah sesuai hasil audit BPKP.

Per akhir Desember 2024, total peserta DPPK Jiwasraya yang masih terdaftar terdapat sebanyak 2.332 peserta, terdiri dari 82 peserta tunda atau peserta yang sudah pensiun sebelum berusia 45 tahun dan manfaat pensiunnya ditunda, serta sebanyak 2.250 pensiunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.