Sate Maranggi Mbah Goen Jadi Magnet Wisata Baru, Dongkrak Ekonomi Desa Cipayung Bekasi
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kabupaten Bekasi - Kehadiran destinasi kuliner Sate Maranggi Mbah Goen di Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, turut berkontribusi mendongkrak sektor perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat setempat.
Selain menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, usaha kuliner ini juga berhasil menyerap puluhan tenaga kerja lokal serta berkontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak.
"Sudah menjadi komitmen kami untuk memajukan potensi Desa Cipayung sebagai desa wisata baru di Kabupaten Bekasi dengan turut berkontribusi terhadap pendapatan daerah sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar," kata pengelola Sate Maranggi Mbah Goen Hijaz Al-Hadi di Cikarang, Selasa (24/2).
Dia mengungkapkan saat ini usaha kuliner tersebut sudah mampu menyerap sebanyak 40 pekerja yang didominasi warga lokal dan ibu rumah tangga untuk mengisi berbagai posisi di gerai tersebut.
Menurut dia Sate Maranggi Mbah Goen dari segi cita rasa memiliki standar relatif sama dibandingkan dengan usaha kuliner sate serupa pada umumnya hanya saja nuansa eksotis alam yang ditawarkan Desa Wisata Cipayung menjadi pembeda.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bedanya suasana alam dan tempatnya. Pekerjanya juga warga kampung kita dan dari ibu rumah tangga sehingga turut menggerakkan roda perekonomian, sebagaimana program pemerintah daerah di sektor pariwisata," ucapnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan baru, operasional Sate Maranggi Mbah Goen turut berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Bekasi. Setiap transaksi makanan dan minuman dikenakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen.
"Pajak tersebut menjadi sumbangsih langsung dari setiap pengunjung untuk mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kapasitas saung gazebo yang mampu menampung 200 hingga 300 pengunjung, potensi pajak yang disetorkan menjadi salah satu instrumen penting bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi.
"Wisata Kawung Tilu sudah ditetapkan jadi desa wisata di Kabupaten Bekasi. Kita juga siapkan saung gazebo dengan kapasitas 200-300 pengunjung, ada playground ada outbond juga kita siapkan, termasuk memadukan alam luar ruang dengan memelihara ragam satwa layaknya mini zoo," katanya.
Salah satu pengunjung Putri Sukma (23) mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati suasana alam hutan jati serta beragam fasilitas yang ditawarkan di lokasi tersebut.
"Bagus suasana alam-alam, saung bersih, jalanan ke sini juga bersih. Harga terjangkau dan rasanya tak kalah dengan Sate Maranggi di Purwakarta," kata Putri.
Menurut dia harga makanan dan minuman yang ditawarkan cukup ramah di kantong, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp70 ribu. Untuk sate maranggi di banderol Rp3 ribu-Rp4 ribu per tusuk.
Tersedia pula menu lain seperti sop iga seharga Rp25 ribu per porsi, jengkol balado Rp15 ribu, ikan nila Rp20 ribu-Rp25 ribu serta ikan gurame Rp65 ribu sampai Rp70 ribu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!