RI Diminta Perkuat Keamanan Digital
📅 Senin, 02 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: kj/m fachri
Penguasaan siber tidak hanya penting untuk melindungi infrastruktur negara, tetapi juga membangun ketahanan digital masyarakat di tengah meningkatnya serangan personal dan masif.
Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan bahwa ancaman siber di era artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dan langsung menyasar kehidupan masyarakat, mulai dari rekening, identitas, hingga perangkat pribadi.
“Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membuat malware bekerja,” kata Nezar di Jakarta, Minggu (1/2), seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan pemanfaatan AI membuat pola serangan siber jauh lebih cepat dan masif. Dengan otomatisasi, pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem dalam hitungan detik untuk memilih target bernilai tinggi.
“Data Boston Consulting Group (BCG) Desember 2025 menunjukkan serangan berkembang lebih cepat daripada pertahanan. Ini sebabnya warga sering menjadi korban tanpa sadar,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Nezar, ancaman siber kini juga menyasar sisi emosional masyarakat. AI memungkinkan pemalsuan wajah dan suara secara meyakinkan sehingga penipuan menjadi sangat personal.
“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” katanya.
Ia menilai sistem perlindungan konvensional semakin rapuh seiring pesatnya perkembangan AI dan riset komputasi kuantum.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang bergerak ke era pascakuantum,” ujarnya.
Saat membuka Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, Sabtu (31/1), Nezar menegaskan tidak ada ruang aman di dunia digital selama perangkat saling terhubung.
“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital,” tegasnya.
Untuk melindungi publik, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penerapan pendekatan security by design agar keamanan dibangun sejak tahap awal pengembangan sistem.
Pengembangan Talenta
Pemerintah juga memperkuat pengembangan talenta digital agar generasi muda mampu menguasai keamanan siber dan AI secara bersamaan melalui program AI Talent Factory.
“Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” kata Nezar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!