Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Relawan Orang dan Alam Tanam 100 Pohon Mahoni di Kawasan Situs Pokekea Poso

📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 09:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Relawan Orang dan Alam Tanam 100 Pohon Mahoni di Kawasan Situs Pokekea Poso Doc: ANTARA
Ket. Direktur ROA, Mohamad Subarkah, menanam pohon jenis mahoni di Kawasan Situs Megalit Pokekea, Kabupaten Poso, Sulteng, Jumat (27/6/2025).

POSO– Relawan Orang dan Alam (ROA) menanam 100 pohon jenis mahoni (Swietenia macrophylla), di kawasan Situs Megalit Pokekea, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Selain untuk menghijaukan kawasan, pohon-pohon ini nantinya akan bermanfaat sebagai tempat berlindung bagi wisatawan yang datang,” kata Direktur ROA, Mohamad Subarkah, di Poso, Jumat (27/6).

Menurut dia, penanaman itu bukan hanya untuk menghijaukan area yang selama ini dipenuhi ilalang, tetapi juga untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung yang datang ke situs tersebut.

Dia menambahkan, dipilihnya pohon mahoni untuk penghijauan, karena beberapa keistimewaan, di antaranya pertumbuhannya yang cepat dan kuat. Mahoni termasuk pohon dengan laju pertumbuhan sedang hingga cepat, sehingga cocok digunakan dalam program penghijauan yang membutuhkan kanopi rindang dalam waktu relatif singkat.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Kehutanan, yang telah menyumbangkan 100 pohon mahoni untuk ditanam,” katanya.

Penanaman pohon itu merupakan bagian dari Festival Tampolore ke-4 yang digelar di Situs Megalit Pokekea, Desa Hanggira, Lore Tengah, Kabupaten Poso. Festival itu berlangsung 27-29 Juni 2025. Festival mengusung tema Harmonisasi Budaya dan Alam, yang sangat relevan dengan upaya saat ini, untuk menyelamatkan lingkungan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Poso Yusak Mentara mengapresiasi langkah yang diambil Relawan Orang dan Alam.

“Ini pertama kalinya ada lembaga yang melakukan penanaman pohon di kawasan Pokekea,” katanya lagi.

Pejabat dari Balai Pelestarian Kebudayaan Muhammad Tan menegaskan, kawasan Megalit Pokekea memang sudah saatnya dihijaukan. Ia menilai area yang selama ini hanya ditumbuhi ilalang perlu dilestarikan dengan tanaman seperti pohon mahoni.

Menurut dia lagi, kawasan megalit Tadulako juga memerlukan penghijauan serupa, untuk mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus upaya konservasi lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.