Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rayakan Seba di Kota Serang, Warga Badui Dalam Jalan Kaki 40 Km dari Rangkasbitung

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 08:41 WIB | Oleh:
Rayakan Seba di Kota Serang, Warga Badui Dalam Jalan Kaki 40 Km dari Rangkasbitung  Doc: ANTARA
Ket. Ribuan warga Badui kembali menggelar perayaan upacara Seba di Kota Serang bersama Gubernur Banten Andra Soni setelah melaksanakan Seba dengan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki.

LEBAK - Ribuan warga Badui kembali menggelar perayaan upacara Seba di Kota Serang bersama Gubernur Banten Andra Soni setelah melaksanakan Seba dengan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki.

"Kita hari ini, masyarakat Badui, akan menjalani ritual perayaan upacara Seba atau persembahan dengan Gubernur Banten di Kota Serang," kata Ketua Panitia Seba Baduy di Lebak, Sabtu (3/5).

Perayaan Seba yang dihadiri 1.769 warga Badui Dalam yang mengenakan busana putih dan ikat kepala putih (lomar), juga Badui Luar mengenakan busana hitam dan ikat kepala biru (lomar).

Masyarakat Badui Luar menggunakan kendaraan dari Rangkasbitung pukul 08.00 WIB menuju Kota Serang, sedangkan Badui Dalam berjalan kaki menempuh perjalanan 40 kilometer dari Rangkasbitung menuju Kota Serang.

Bagi masyarakat Badui Dalam kemana pun berpergian berjalan kaki dan dilarang menggunakan kendaraan.

Perayaan Seba 2025 masuk kategori Seba Gede atau Seba Besar dengan jumlah cukup banyak hingga 1.769 orang.

Dalam perayaan Seba itu masyarakat Badui membawa hasil bumi, seperti pisang, talas, gula aren, tepung laksa, dan sayuran ja'at, serta sayuran iris.

Pelaksanaan ritual upacara Seba bersama Gubernur Banten dan pejabat Muspida setempat dilaksanakan pukul 20.00 WIB. "Kami berharap pelaksanaan upacara Seba berjalan lancar," kata Jamal.

Tokoh masyarakat Badui atau Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra mengatakan perayaan Seba bagi masyarakat Badui wajib dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian ladang.

Selain itu juga perayaan upacara Seba menjalankan perintah leluhur dari nenek moyang yang dilakukan sejak zaman Kesultanan Banten.

"Kami hingga kini melestarikan perayaan Seba, sebagaimana yang dilakukan leluhur dan jika tidak dilaksanakan khawatir menimbulkan malapetaka bencana alam," katanya.

Menurut dia, masyarakat Badui yang berpenduduk 15.650 jiwa konsisten menjaga alam dan lingkungan agar terap lestari dan tidak menimbulkan kerusakan. Sebab, kerusakan lingkungan alam dipastikan dapat menyebabkan bencana alam hingga menimbulkan korban jiwa.

Karena itu, kawasan hutan di pemukiman Badui hingga kini lestari dan hijau sebagai daerah kawasan hulu di Provinsi Banten.

"Kami merasa bersyukur atas limpahan hasil pertanian dan menjaga lingkungan alam, sehingga perayaan Seba bisa membawa kemakmuran dan kesejahteraan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.