Ramadhan di Depan Mata, Bupati Garut Sidak Pasar Ciawitali, Cek Harga Cabai yang Mulai 'Pedas'
📅 Jumat, 13 Feb 2026, 02:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Garut
GARUT - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Ciawitali guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Kamis (12/2).
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Meski sejumlah komoditas seperti cabai merah mulai menunjukkan tren kenaikan, Pemerintah Kabupaten Garut menjamin pasokan pangan tetap aman dan siap menggelar operasi pasar murah jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan.
"Kita menjaga stabilitas harga produk bahan pokok penting," kata Bupati saat meninjau langsung ketersediaan pangan di Pasar Induk Ciawitali, Garut, Kamis.
Ia menuturkan, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk terus memantau dan menjaga stabilitas ketersediaan, dan harga pangan bagi masyarakat menjelang Ramadhan, maupun saat Hari Raya Idul Fitri.
Jajaran Pemkab Garut, kata dia, saat ini melakukan pengecekan untuk memastikan ketersediaan barang pokok penting aman atau tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan, jelang momentum hari besar itu seringkali terjadi peningkatan kebutuhan pangan masyarakat yang akhirnya berdampak pada ketersediaan dan harga menjadi naik.
"Ini diduga akan ada kenaikan menghadapi meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa, munggahan, dan juga nanti Lebaran, sehingga kami tugaskan pak kadis untuk terus monitoring, dan mencari solusi," katanya.
Ia menyampaikan selain mengecek langsung memastikan ketersediaan pangan, pihaknya juga mengedukasi masyarakat untuk tidak berbelanja secara berlebihan, melainkan secukupnya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika ketersediaan barang pangan kurang, kata dia, maka pihaknya akan mencari barang tersebut ke daerah pemasok, juga akan menggelar operasi pasar murah untuk mengendalikan harga.
"Misalkan kan pemerintah selama ini ada gelar pangan murah untuk mengantisipasi menekan harga dan lain-lain, yang kita ketahui sebentar lagi akan ada BPNT (bantuan pangan non tunai), pembagian bahan pokok beras," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Efendy menambahkan, kebutuhan barang pangan di pasaran dipastikan tersedia cukup.
Harga beberapa komoditas pangan di lapangan, kata dia, masih tergolong wajar, tidak terjadi kenaikan sampai 50 persen, seperti beras aman Rp13.000 per kilogram, kemudian bawang merah harga normal pada kisaran Rp31.000 per kilogram, daging ayam Rp38.000 per kilo, telur ayam Rp31.000 per kilogram, namun untuk cabai merah naik dari Rp40.000 menjadi Rp43.000 per kilogram.
"Pada umumnya semuanya aman tersedia, jadi, masyarakat harus tenang saja, barangnya ada banyak, perkembangan harga walaupun ada kenaikan tapi masih stabil," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!