Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Puluhan Operator Jaklingko Keluhkan Pembagian Kuota Armada

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 00:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Puluhan Operator Jaklingko Keluhkan Pembagian Kuota Armada Doc: ANTARA/HO-Fraksi Demokrat DPRD Jakarta
Ket. Puluhan operator JakLingko yang tergabung dalam Forum Komunikasi Laskar Biru saat audiensi dengan Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Rabu (3/7/2024).

Jakarta - Puluhan operator yang terkaitdengan armada JakLingkomengeluhkan pembagian kuota armada, khususnya bus kecil yang dioperasikan untuk melayani transportasi masyarakat Jakarta.

Para operator yang tergabung dalam Forum Komunikasi Laskar Biru itu pun mengadukan masalah tersebut kepada Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu.

Salah satu operator dari Koperasi Mikrolet (Komilet) Jaya, Berman Limbong menuturkan bahwa armada yang disediakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencapai 200 unit. Namun, informasi yang didapat dari TransJakarta, jumlahnya hanya 100 unit.

"Jangan sampai ada satu operator mendapatkan kuota hingga 1.400 armada, sementara kita yang berada di penyediaan armada JakLingkohanya dapat 1.300 armada," katanya.

Terlebih, jumlah itu harus dibagi 10 operator. "Ini kan tidak adil," ujar dia dalam keterangannya.

Menurut dia, kedatangannya ke Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta tidak dilandasi faktor kecemburuan. Namun para operator berharap profesionalitas para pemangku jabatan.

"Lakukan seleksi sesuai aturan yang ada. Karena jika didasarkan pada audit kinerja, jelas kita selalu unggul," tuturnya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Desie Christhiyana Sari menyesalkan adanya persoalan yang dialami para operator JakLingkotersebut. Karena itu, TransJakarta harus secara transparan dan adil terhadap para operator JakLingko.

"Semua operator JakLingkoharus diperlakukan secara adil. Jangan ada pihak yang lebih diuntungkan sehingga mengusik rasa ketidakadilan yang berpotensi menimbulkan konflik di antara sesama operator," ujarnya.

TransJakarta, Dishub dan pihak operator, menurut dia, juga harus dipertemukan agar persoalan yang terkait dengan ketidakadilan ini bisa diselesaikan.

Keberadaan JakLingko, kata Desie, memiliki efek yang sangat besar bagi terciptanya lapangan pekerjaan dan membantu permasalahan mobilitas serta kemacetan di Jakarta dengan sistem transportasi yang terintegrasi dan murah.

"Saya berharap Pj Gubernur Heru Budi Hartono dapat turun langsung dalam mengatasi persoalan ini dengan menghadirkan semua pihak yang berkepentingan, para operator JakLingko, Dishubdan TransJakarta," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu.

Dia mengatakan harus ada solusi yang diambil agar tidak ada pihak yang disalahkan, baik pihak TransJakartamaupunDishub.

"Hal ini untuk menghindari miskomunikasi dan saling curiga sehingga persoalan bisa segera diselesaikan dengan tuntas," katadia.

Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta berencana mengirimkan surat kepada Komisi B DPRD DKI Jakarta untuk memanggil para operator, TransJakarta dan Dishub agar persoalan itu bisa segera diselesaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

38 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.