Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Xi Jinping Adakan Jamuan Malam Sebelum Pembukaan KTT SCO Tianjin

📅 Senin, 01 Sep 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Xi Jinping Adakan Jamuan Malam Sebelum Pembukaan KTT SCO Tianjin Doc: Antara
Ket. Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum jamuan makan malam menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organization (SCO) di kota Tianjin, China pada Minggu (31/8).

Tianjin - Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan jamuan makan malam bagi para kepala negara dan pemerintahanan, pemimpin organisasi internasional maupun menteri luar negeri menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization (KTT SCO).

"Hari ini merupakan hari penuh kegembiraan bagi para pemimpin negara anggota SCO untuk dapat berkumpul dalam suasana bersahabat bersama teman lama maupun baru. Atas nama pemerintah dan rakyat Tiongkok, saya menyambut dengan hangat semua tamu kehormatan di Tianjin," kata Presiden Xi di Tianjin Meijiang International Convention and Exhibition Center, kota Tianjin pada Minggu (31/8) malam.

Presiden Xi mengundang 22 pemimpin negara dan pemerintahan untuk menghadiri KTT SCO di Tianjin antara lain Presiden Russia Vladimir Putin, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, PM Malaysia Anwar Ibrahim dan lainnya. Presiden Prabowo Subianto juga diundang untuk hadir tapi akhirnya membatalkan kehadirannya dan mengutus Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Hari ini bertepatan pula dengan Hari Kemerdekaan Kirgizstan dan Hari Nasional Malaysia. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Presiden Sadyr Japarov, Perdana Menteri Anwar Ibrahim serta rakyat sahabat Kirgizstan dan Malaysia," tambah Presiden Xi.

Presiden Xi menyebut kota Tianjin adalah sebuah metropolis yang terbuka dan inklusif.

"Sepanjang sejarah, kota ini berperan sebagai penjaga strategis ibu kota negara kita, sekaligus menjadi pelopor reformasi dan keterbukaan Tiongkok sebagai zona percontohan. Kami percaya bahwa sebagai tuan rumah KTT, Tianjin akan memberikan dorongan segar bagi pembangunan berkelanjutan organisasi kita," ungkap Presiden Xi.

Sejak SCO didirikan, Presiden Xi menyebut organisasi itu selalu berpegang pada "Semangat Shanghai", memperkuat solidaritas dan saling percaya, memperdalam kerja sama praktis, serta berperan aktif dalam urusan internasional maupun regional.

"SCO telah tumbuh menjadi kekuatan penting dalam mendorong terwujudnya hubungan internasional jenis baru serta membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," tambah Presiden Xi.

Saat ini, ungkap Presiden Xi, transformasi besar yang mendefinisikan abad ini tengah berlangsung dengan percepatan di seluruh dunia, dengan semakin banyak faktor ketidakstabilan, ketidakpastian, dan hal-hal yang sulit diprediksi sehingga SCO memikul tanggung jawab yang lebih besar lagi untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

"Dalam KTT ini, kita mengemban satu misi penting: membangun konsensus di antara semua pihak, menyalakan momentum kerja sama, dan menyusun cetak biru pembangunan. Fokus kita adalah bagaimana memperkuat kerja sama, mendorong pembangunan dan meningkatkan tata kelola global," ungkap Presiden Xi.

Ia pun meyakini dengan upaya kolektif semua pihak, SCO akan memainkan peran yang lebih besar lagi, meraih perkembangan lebih jauh, serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama antarnegara anggota, menyatukan kekuatan "Global South".

"Seperti pepatah Tiongkok yang mengatakan, 'Dalam perlombaan seratus perahu, mereka yang mendayung paling keras akan memimpin'. Mari kita junjung tinggi 'Semangat Shanghai' dan berangkat dari Tianjin menuju pelayaran baru yang penuh harapan ke arah masa depan yang lebih cerah," tambah Presiden Xi.

Tiongkok menjabat sebagai presiden bergilir kerja sama Shanghai Cooperation Organisation (SCO) periode 2024-2025.

SCO beranggotakan Tiongkok, Russia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan sebagai negara awal. Setelah itu, India serta Pakistan bergabung pada 2017, Iran pada 2023 dan Belarus pada 2024 sehingga total ada 10 negara anggota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

46 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.