Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peternak Madu di Tuntang Panen Rezeki di Musim Kemarau

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 18:42 WIB | Oleh:
Peternak Madu di Tuntang Panen Rezeki di Musim Kemarau Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Joko Sadono, peternak lebah madu menunjukkan sarang lebah yang habis dipanen, di peternakan lebah miliknya, di Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (29/8).

KABUPATEN SEMARANG - Para peternak lebah madu di Tuntang, Kabupaten Semarang, panen rezeki saat musim kemarau seiring banyaknya tanaman yang berbunga, khususnya pohon karet yang menjadi salah satu kesukaan lebah madu.

"Sekarang ini lagi musim bunga (pohon) karet. Biasanya, antara Agustus-September," kata Joko Sadono (35) peternak lebah, ditemui di peternakan lebah di Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa.

Joko tergabung dalam Kelompok Peternak Lebah Madu "Sumber Nektar" yang membudidayakan lebah jenis Apis mellifera yang menghisap nektar bunga kopi, karet, kapas randu, rambutan, dan kaliandra.

"Kalau untuk musim, Mei-Juni itu bunga randu, Juli-Agustus itu kopi tapi siklusnya cepet sekali, satu minggu. Juni-Juli musim kaliandra, sedangkan Agustus-September musim bunga karet," katanya.

Saat ini, ada 90 kotak budi daya lebah madu yang dimiliki ayah dua putri tersebut, dan masing-masing kotaknya berisikan delapan sisir rumah lebah untuk tempat madu dipanen.

"Saya panen setiap 10 hari sekali. Jadi, sebulan bisa 3-4 kali. Untuk ukuran standarnya, satu kotak (budi daya) bisa berisi dua kilogram madu. Tergantung musim, kebetulan ini lagi bagus musimnya," katanya.

Mengenai harga madu, kata dia, setiap kilogramnya sekitar Rp90.000-100.000 untuk sistem curah, tetapi Joko juga mengemasnya sendiri yang dijualnya seharga Rp100.000 untuk ukuran 500 mililiter.

"Pas COVID-19 sebenarnya musimnya bagus, tapi kan enggak bisa kemana-mana. Kerasa itu tahun 2021-2022 saat musim hujan, hampir enggak ada panas. Pohon tidak berbunga, lebah juga tidak produksi," katanya.

Sejak 2014 menekuni budi daya lebah madu, Joko mengaku sudah banyak merasakan suka dukanya, termasuk ketika pandemi COVID-19 yang membuat usahanya tersendat, padahal saat itu permintaan besar.

Untuk akses permodalan, peternak lebah madu yang juga tergabung dengan Persatuan Perlebahan Jawa Tengah (PPJT) itu mengaku terbantu dengan bantuan modal berbunga ringan dari PT Jamkrindo.

"Saya ambil pinjaman Rp50 juta untuk jangka dua tahun. Pertama ambil tahun 2020, sudah lunas. Lalu, saya ambil lagi, nanti jatuh temponya 2024," katanya.

Selain Joko, ada sembilan peternak lebah madu lainnya di Kelompok Peternak Lebah Madu "Sumber Nektar" yang juga sudah mengakses permodalan dari salah satu perusahaan pelat merah tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo Aribowo menyampaikan bantuan permodalan itu merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat, termasuk peternak lebah madu.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk pemberdayaan pada masyarakat. Selain itu, ini merupakan kontribusi Jamkrindo terhadap salah satu pilar ekonomi Sustainable Development Goals (SDGs)," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.