Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani di Kintamani mulai beralih dari menanam jeruk menjadi alpukat

📅 Rabu, 13 Des 2023, 23:25 WIB | Oleh:
Petani di Kintamani mulai beralih dari menanam jeruk menjadi alpukat Doc: ANTARA/Ni Luh Rhismawati
Ket. Anggota DPD Made Mangku Pastika saat berfoto bersama petani di Kintamani Bangli Rabu (13/12/2023).

Bangli - Petani di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, yang selama ini terkenal sebagai petani jeruk, kini mencoba beralih menanam berbagai jenis alpukat di tengah semakin menariknya harga buah tersebut di pasaran..

"Alpukat, apalagi untuk jenis tertentu harganya menjanjikan. Tanaman jeruk memang masih ada, tetapi sekarang hampir setiap petani di sini juga menanam alpukat," kata Made Suastikaketika berdialog dengan salah seorang warga di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli, Rabu.

Suastika menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan reses anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)Made Mangku Pastika.

Menurut Suastika, sebelumnya mereka memang mengembangkan tanaman jeruk yang cukup bagus hasilnya. Jeruk Kintamani yang telah dihasilkan di daerah setempat juga sudah memiliki nama dan diminati masyarakat. Namun beberapa tahun belakangan sejalan dengan perkembangan, petani mulai menanam alpukat.

"Kami ingin membuka lembaran baru. Harga alpukat sangat bagus dan banyak manfaatnya. Jadi kami beralih ke alpukat," ujarnya.

Petani yang karib dipanggil Pala ini mengembangkan 15 jenis alpukat di lahanyang cukup luas. Diantaranya ia menanam alpukat merah dari Vietnam selain alpukat jenis hass dari Australia yang lagi naik daun.

"Harga alpukat hass ini di kebun petani bisa sekitar Rp50 ribu per kilogram. Dengan posisi ketinggian daerah di sini, juga cocok untuk ditanam alpukat," ucapnya.

Sementara itu, Pastika mengaku salut dengan semangat petani yang begitu tinggi dalam mengembangkan usaha pertanian.

"Selain bisa mendatangkan pendapatan. Ini juga sebagai langkah menyelamatkan, melestarikan lingkungan sekaligus menciptakan Bali sebagai Provinsi Hijau," katanya.

Gubernur Bali periode 2008-2018 itu menambahkan bahwa memelihara alam itu merupakan tugas dan yad-nya (persembahan) sehingga jangan alam sampai terbengkalai.

"Ini tugas bersama dan mesti dilakukan bersama-sama dalam memelihara alam agar terawat sesuai konsep Tri Hita Karena. Bagaimana setiap jengkal tanah yang dimiliki dapat bermanfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga maupun untuk lingkungan," kata Pastika.

Selain itu, Pastika juga mengingatkan agar petani dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.