Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perwira Senior Ukraina: Jet Tempur F-16 untuk Ukraina 'Tidak Lagi Relevan'

📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 15:19 WIB | Oleh:
Perwira Senior Ukraina: Jet Tempur F-16 untuk Ukraina 'Tidak Lagi Relevan' Doc: Istimewa
Ket. Jet tempur F-16 Angkatan Udara Belanda dalam latihan NATO.

KYIV - Seorang perwira Ukraina yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Politico soal keraguannya tentang kegunaan bantuan jet tempur F-16 dari NATO yang selama ini ditunggu-tunggu. Dia mengatakan bahwa Rusia telah mempersiapkan medan perang untuk pesawat NATO dengan melakukan pelacakan jarak jauh.

"Rusia telah belajar bagaimana melawan F-16 dengan cara yang akan meminimalkan potensi medan perang mereka," kata perwira yang bekerja di bawah mantan panglima angkatan bersenjata Ukraina, Valery Zaluzhny .

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Rabu, editor opini Politico, Jamie Dettmer menulis bahwa outlet tersebut berbicara dengan beberapa pejabat tinggi tanpa menyebut nama.

Salah satu sumber Dettmer adalah petugas ini, yang menyesali F-16 dan mengatakan mereka datang terlambat untuk membuat perbedaan.

"Setiap senjata mempunyai waktu yang tepat. F-16 dibutuhkan pada tahun 2023, namun tidak akan tepat pada tahun 2024," kata perwira itu.

Dettmer menulis bahwa perwira tersebut mengutip F-16 sebagai contoh bagaimana "kita tidak mendapatkan sistem senjata pada saat kita membutuhkannya."

"Mereka datang ketika sudah tidak relevan lagi," kata petugas itu.

Dilansir oleh Business Insider, menurut perwira tinggi ini, Kremlin telah mempersiapkan kedatangan F-16 di front selatan dengan melakukan pencarian jarak jauh dengan rudal.

Dia mengatakan bahwa rudal-rudal ini, yang ditembakkan tanpa hulu ledak, memberikan informasi kepada Rusia tentang cara terbaik menempatkan sistem pertahanan S-400 mereka untuk menutupi garis depan dan membatasi di mana F-16 dapat beroperasi.

Koalisi negara-negara yang dipimpin oleh AS, Denmark, dan Belanda sejak pertengahan tahun 2023 telah melatih pilot Ukraina untuk menerbangkan F-16, dan Kyiv diperkirakan akan segera menerima hingga 60 pesawat NATO .

F-16 diperkirakan akan meningkatkan kapasitas serangan Ukraina jika dilengkapi dengan rudal jarak jauh.

Pesawat-pesawat tersebut sudah lama diminta oleh Kyiv, dengan harapan dapat membantu Ukraina mencapai superioritas udara, meskipun F-16 yang akan datang merupakan pesawat bekas dan kemungkinan berumur beberapa dekade.

Seorang pilot mengatakan kepada media Ukraina bahwa ini merupakan kemajuan besar dari MiG Soviet yang biasa ia terbangkan, dan membandingkan peningkatan tersebut dengan "Nokia, langsung ke iPhone."

Namun laporan baru Politico juga menyoroti rasa frustrasi di Ukraina mengenai peralatan yang diterima pasukannya. Kekurangan yang paling menonjol adalah amunisi untuk artileri dan senjata Barat yang diterima Kyiv pada hari-hari awal perang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.