Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Persyaratan Perdamaian Putin Dikecam di KTT Ukraina

📅 Minggu, 16 Jun 2024, 09:13 WIB | Oleh:
Persyaratan Perdamaian Putin Dikecam di KTT Ukraina Doc: BBC/EPA
Ket. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

JAKARTA - Para pemimpin Italia dan Jerman dengan tegas menolak persyaratan gencatan senjata yang ditetapkan Presiden Russia Vladimir Putin untuk menghentikan perang di Ukraina dalam pertemuan puncak di Swiss untuk membahas cara mengakhiri konflik.

Dilaporkan BBC, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut rencana presiden Russia itu sebagai "propaganda" yang secara efektif menyarankan Ukraina "harus menarik diri dari Ukraina".

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyebutnya sebagai "perdamaian diktator".

Rancangan deklarasi yang dikeluarkan pada pertemuan puncak tersebut menegaskan kembali integritas wilayah Ukraina dan dengan tegas menolak segala ancaman nuklir terhadap negara tersebut.

Dokumen yang akan diadopsi secara resmi pada hari Minggu (16/6), juga menyatakan bahwa transit yang aman bagi pelayaran komersial di Laut Hitam dan Laut Azov sangat penting bagi ketahanan pangan global.

Pada hari Jumat (15/6), Putin mengklaim akan menyetujui gencatan senjata jika Ukraina menarik pasukan dari empat wilayah yang sebagian diduduki dan diklaim oleh Russia.

Andriy Yermak, kepala staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan kepada BBC di pertemuan puncak Swiss, "tidak akan ada kompromi mengenai kemerdekaan, kedaulatan atau integritas wilayah".

Putin mengungkapkan pernyataannya menjelang KTT Perdamaian dua hari di Ukraina yang bertujuan membahas prinsip-prinsip dasar untuk mengakhiri perang.

Lebih dari 90 negara dan institusi global menghadiri acara tersebut. Ini adalah pertemuan terbesar bagi Ukraina sejak invasi besar-besaran.

Namun Russia tidak diundang, dan Tiongkok - sekutu utama Russia - tidak hadir, sehingga ekspektasi terhadap kemajuan signifikan pada tahap ini rendah.

Mengomentari usulan Putin, Meloni mengatakan, "Bagi saya, ini tampaknya tidak efektif sebagai usulan negosiasi untuk memberi tahu Ukraina bahwa mereka harus menarik diri dari Ukraina."

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menuduh presiden Russia "membuat narasi palsu tentang kesediaannya untuk bernegosiasi".

Dia mengatakan negara-negara yang membantu Russia dengan pasokan senjata "berada di sisi sejarah yang salah".

Ukraina sudah menganggap pertemuan di tempat terpencil di Bürgenstock itu sebagai sebuah keberhasilan, mengingat jangkauan globalnya dan jumlah negara yang diwakilinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.