Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu Beberapa Konsep Penataan Kota Bogor

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 03:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Beberapa Konsep Penataan Kota Bogor Doc: ANTARA/Shabrina Zakaria
Ket. Penjabat Wali Kota Bogor, Henry Antasari.

BOGOR - Untuk menata Kota Bogor diperlukan beberapa konsep perancangan agar ada alternatif. "Kami membuat beberapa konsep solusi perencanaan penataan kota Bogor," jelas penjabat Wali Kota Bogor, Hery Antasari yang memang memiliki latar belakang Teknik Tata Kota dan Wilayah.

Hanya, kata Hery, untuk menerapkan solusi tersebut, dia dibatasi masa jabatannya sebagai Pj Wali Kota Bogor yang hanya sampai Februari 2025. "Saya punya banyak solusi. Tapi solusi saya terbatas oleh waktu," tandasnya. Maka, dia akan menitipkan konsep-konsep perencanaan kepada wali kota berikutnya.

Hery menyebutkan, salah satu langkah yang bisa dilakukan dalam menata kota dengan melibatkan komunitas, warga, dan tokoh masyarakat setempat untuk menjaga kawasan yang sudah ditata. Selain itu, kata Hery, solusi penataan kota tidak bisa dilakukan secara parsial. Jadi, harus dilakukan bersama-sama oleh banyak organisasi perangkat daerah.

"Ini tidak hanya bicara infrastruktur, keindahan, visual, tapi juga faktor sosial. Kemudian, mengatur kelembagaan. Salah satu konsepnya ini harus ditangani oleh pemkot," ucapnya.

Sebagai contoh salah satu opsi, Hery menjelaskan, setelah menata dan menertibkan Jalan Pedati yang sebelumnya dipadati pedagang kaki lima, kawasan itu bisa dikelola oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Hery menuturkan, opsi ini pun akan disodorkan kepada Wali Kota Bogor berikutnya agar kawasan itu bisa terus terpelihara dan penataannya terjaga.

"Yang dilaksanakan tahun ini kita tertibkan saja. Yang sudah bagus kita pertahankan karena saya punya keterbatasan waktu," ujarnya.

Simulasi Mitigasi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, menggelar simulasi mitigasi bencana gempa bumi kepada warga di Kelurahan Tegallega.

Analis Bencana BPBD Kota Bogor Arvindika Aditya menjelaskan, kegiatan ini merupakan sosialisasi dan pemberian edukasi bencana gempa bumi.

Ini untuk membantu masyarakat memahami potensi risiko yang ada di lingkungan, serta dapat mengenali tanda-tanda awal bencana dan mengetahui tindakan yang harus diambil.

"Kita melakukan edukasi dan sosialisasi masyarakat terkait kebencanaan gempa bumi di Kelurahan Tegallega, yang memang padat penduduk.

Kami juga memberikan simulasi kebencanaan ada fase dimana sebelum bencana, saat, dan sesudah," jelasnya. Simulasi itu, kata dia, dilakukan kepada pengurus RT/RW, lembaga pemberdayaan masyarakat, dan tokoh masyarakat.

Diharapkan, dengan simulasi ini bisa semakin meningkatkan koordinasi personel kebencanaan yang terlibat mulai dari BPBD, TNI-Polri, kelurahan dan organisasi kemasyarakatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

37 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.