Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlambatan Rotasi Bumi Ciptakan Oksigenasi

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlambatan Rotasi Bumi  Ciptakan Oksigenasi Doc: INA FASSBENDER / AFP

Sekitar 1,4 miliar tahun yang lalu dalam sehari hanya 18 jam. Perlambatan Bumi ini berdampak pada terjadinya oksigenasi atmosfer yang mendukung adanya kehidupan.

Sejak terbentuknya sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, rotasi Bumi secara bertahap semakin melambat. Konsekuensi dari perlambatan perputaran planet ini adalah semakin lamanya hari baik periode siang maupun malam.

Meskipun perlambatan bumi tidak terlihat pada skala waktu manusia, hal ini cukup untuk menghasilkan perubahan signifikan selama ribuan tahun. Menurut penelitian tim Universitas Michigan yang dipublikasikan pada 2001, salah satu perubahan yang muncul karena melambatnya rotasi adalah terjadinya oksigenasi atmosfer.

Secara khusus, ganggang biru-hijau (atau cyanobacteria) yang muncul dan berkembang biak sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu akan mampu menghasilkan lebih banyak oksigen. Senyawa ini merupakan produk sampingan metabolisme karena dampak umur bumi bertambah panjang.

1737041748_992ffb739e48eb74e270.jpg

Gregory Dick (University of Michigan)

“Pertanyaan abadi dalam ilmu kebumian adalah bagaimana atmosfer Bumi mendapatkan oksigen, dan faktor apa saja yang mengontrol terjadinya oksigenasi ini,” jelas ahli mikrobiologi Gregory Dick dari Universitas Michigan pada tahun 2021.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa kecepatan rotasi Bumi dengan kata lain, lamanya siang hari – mungkin berdampak penting pada pola dan waktu oksigenasi Bumi,” kata dia dalam makalah yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience.

Ada dua komponen utama dalam oksigenasi Bumi, sekilas, tampaknya tidak banyak berhubungan satu sama lain. Yang pertama adalah putaran bumi yang melambat. Alasan terjadinya perlambatan adalah karena Bulan memberikan tarikan gravitasi pada planet ini, yang menyebabkan perlambatan rotasi. Ini sebagai dampak dari menjauhnya jarak Bulan dengan planet ini.

Berdasarkan catatan fosil, panjang hari hanya 18 jam pada 1,4 miliar tahun yang lalu, dan setengah jam lebih pendek dibandingkan saat ini pada 70 juta tahun yang lalu. Bukti menunjukkan bahwa rotasi Bumi bertambah 1,8 milidetik dalam satu abad.

Komponen kedua dalam oksigenasi Bumi dikenal sebagai Peristiwa Oksidasi Besar di Bumi (Earth’s Great Oxidation Event). Hal ini terjadi ketika cyanobacteria muncul dalam jumlah yang sangat besar sehingga atmosfer mengalami peningkatan oksigen yang tajam dan signifikan.

Tanpa oksidasi ini, para ilmuwan mengira kehidupan seperti yang ada sekarang ini tidak mungkin muncul. Jadi meskipun cyanobacteria mungkin tidak terlalu berpengaruh saat ini, faktanya adalah mungkin tidak akan berada di sini tanpa mereka.

Dick menambahkan, masih banyak yang belum diketahui tentang peristiwa ini, termasuk pertanyaan-pertanyaan hangat seperti mengapa peristiwa ini terjadi dan bukan pada masa sebelumnya dalam sejarah Bumi.

Butuh ilmuwan yang bekerja dengan mikroba sianobakteri untuk menghubungkan titik-titik tersebut. Di Middle Island Sinkhole di Danau Huron, dapat ditemukan lapisan mikroba yang dianggap analog dengan cyanobacteria yang bertanggung jawab atas Peristiwa Oksidasi Besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

51 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.