Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penutupan USAID Berdampak ke Program di Negara Penerima Bantuan

📅 Rabu, 05 Feb 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penutupan USAID Berdampak ke Program di Negara Penerima Bantuan Doc: ANGELA WEISS/AFP
Ket. Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) AS, Elon Musk.

WASHINGTON - Kantor pusat Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) di Washington, Senin (3/2), resmi ditutup setelah kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) Elon Musk mengatakan Presiden Donald Trump telah memberi lampu hijau penutupan badan tersebut.

Menurut koresponden Antara Ria Novosti di Washington, awak media berkumpul di dekat markas USAID, yang hanya berjarak beberapa blok dari Gedung Putih, sambil menunggu pidato dari anggota parlemen Partai Demokrat yang menentang penutupan badan yang pada tahun fiskal 2023 mengelola dana senilai lebih dari 40 miliar dollar AS tersebut.

Sejumlah pengunjuk rasa memegang poster bertuliskan "Amerika, Serius? Diktator?” dan Apa Selanjutnya?”

Sementara itu, para mantan karyawan USAID juga berkumpul di depan gedung sambil mempertanyakan nasib status pekerjaan mereka saat ini. “Saya tidak percaya, kehidupan saya berbeda dari pekan lalu. Pagi ini saya melamar pekerjaan. Inilah hidup saya sekarang,” kata salah seorang karyawan USAID.

Sejumlah media melansir bahwa pemerintahan Trump telah menempatkan puluhan petinggi USAID berstatus cuti setelah AS menghentikan bantuan ke negara-negara lain.

Sebelumnya, pada Minggu (2/2), Musk menyebut USAID sebagai "organisasi kriminal" dan menurutnya, “sudah waktunya organisasi itu mati”.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Senin, mengonfirmasi bahwa dia kini merupakan penjabat direktur USAID. Rubio mengatakan USAID harus mengikuti arahan kebijakan Departemen Luar Negeri AS dan situasi saat ini tidak diartikan bahwa program-program mereka harus dihentikan.

Imbangi Citra Negatif

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya Jakarta, YB. Suhartoko mengatakan, AS mempunyai banyak citra positif dan negatif.Keberadaan USAID merupakan wujud dari pencitraan positif untuk mengimbangi citra negatifnya. Namun demikian pemerintahan Donald Trump dengan orientasi kebijakan ke dalam melalui semboyan America for American mengeluarkan banyak kebijakan yang mengurangi kegiatan karitatif AS karena dianggap membebani anggaran negara.

Sebagai salah donatur terbesar lembaga lembaga international, tentu saja berdampak ke lembaga-lembaga karitatif internasional sehingga perlu mencari donatur baru, atau mengurangi volume kegiatannya. Situasi tersebut dipastikan berpengaruh terhadap negara negara miskin yang selama ini banyak ditopang untuk pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan.

“Bagi Indonesia, dampaknya tidak begitu signifikan, karena Indonesia tidak banyak tergantung kepada bantuan karitatif semacam itu,”tegas Suhartoko.

Diminta terpisah, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti menilai langkah itu akan berpengaruh pada Indonesia, karena selama bertahun tahun, Indonesia sudah menerima bantuan dari USAID triliunan rupiah, bahkan tahun 2023 sudah menerima bantuan USAID sekitar 2,5 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.