Penguatan SDM Jadi Kunci Daya Saing Global Indonesia
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Pemerintah perlu memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional agar mampu berdaya saing di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Penguatan riset dan pembenahan tata kelola perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi, meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri, serta mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.
Mahasiswa doktoral Universitas Airlangga Frederik M Gasa mengapresiasi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan universitas terkemuka di Inggris karena membuka peluang peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang STEM dan kedokteran. Namun, dia menilai kebijakan tersebut berpotensi melemahkan eksistensi perguruan tinggi dalam negeri jika tidak dibarengi penguatan internal.
Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan peningkatan kualitas perguruan tinggi nasional melalui penguatan fasilitas, kesejahteraan dan karier dosen, dukungan riset, serta pengurangan beban administratif.
"Akses untuk berkuliah di perguruan tinggi ternama akan semakin terbuka lebar dan jelas bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita," papar Frederik yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang itu, Kamis (22/1).
Karenanya, dia juga mendorong kolaborasi berkelanjutan antara kampus dalam negeri dan luar negeri, seraya menegaskan bahwa peningkatan anggaran dan pembenahan pendidikan tinggi nasional lebih mendesak dibanding membuka ruang luas bagi perguruan tinggi asing.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Butuh pembenahan serius mulai dari dalam perguruan tinggi agar setiap perguruan tinggi tidak hanya menjamin agar mahasiswa bisa lulus namun memastikan agar lulusan tersebut sudah memenuhi standar yang dibutuhkan industri agar mudah terserap atau bahkan meningkatkan kompetensi kewirausahaan agar lulusan mampu turut andil membantu negara dalam menghadirkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi," jelas Frederik.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo, dalam pertemuan dengan 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dengan membangun kampus kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Tanah Air.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!