Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 12,7 Persen
📅 Kamis, 25 Mei 2023, 09:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pendapatan industri asuransi jiwa mencapai 54,36 triliun rupiah pada kuartal I-2023, turun 12,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau year-on-year (yoy). Tren penurunan pendapatan industri asuransi jiwa disebabkan oleh turunnya pendapatan premi.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pendapatan premi berkontribusi sebesar 83,9 persen terhadap total pendapatan industri asuransi jiwa. "Bobot pendapatan premi sebesar 83,9 persen dari total pendapatan industri asuransi jiwa, sehingga ketika 83,9 persen itu kontribusinya turun, otomatis pendapatannya juga turun," kata Budi saat konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal I-2023 di Jakarta, Rabu (24/5).
Total pendapatan premi tercatat sebesar 45,6 triliun rupiah pada kuartal I-2023 atau turun 6,9 persen secara yoy. Meski demikian, pendapatan premi secara weighted tumbuh 2 persen yoy menjadi 28,1 triliun rupiah pada kuartal I-2023.
Budi menanggapi tren penurunan premi dengan optimistis. Dia berpendapat tertekannya premi mengindikasikan target pasar industri asuransi jiwa makin meluas.
"Produk yang dipasarkan belakangan ini juga sudah diminati oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah. Artinya, mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan perlindungan dengan premi yang lebih kecil. Itu adalah hal yang positif dan menjadi peluang bagi kami untuk membuat produk yang lebih luas lagi untuk masyarakat," jelas Budi.
Sebaiknya Anda baca juga:
AAJI mencatat proporsi produk asuransi jiwa tradisional sedikit lebih rendah dibandingkan dengan produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (PAYDI) atau unit link, yakni sebesar 49,6 persen.
Sementara dari segi pendapatan, produk asuransi jiwa tradisional mengalami pertumbuhan sebesar 13,5 persen yoy menjadi 22,62 triliun rupiah dari sebelumnya 19,92 triliun rupiah. Sedangkan produk unit link terkontraksi sebesar 20,9 persen yoy, dari 29,07 triliun rupiah pada kuartal I-2022 menjadi 22,98 triliun rupiah pada kuartal I-2023.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!