Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kutai Kartanegara Lakukan Transformasi Ke Pertanian-Pariwisata

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Kutai Kartanegara Lakukan Transformasi Ke Pertanian-Pariwisata Doc: ANTARA 
Ket. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (empat dari kiri) panen padi bersama pihak terkait, panen padi di Mangkurawang, Kukar, Kaltim, Sabtu (20/9/2025) saat giat Rembug Utama dan Expo KTNA Nasional di Kukar 2025.

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, melakukan transformasi dari yang selama ini mengandalkan sektor tambang batu bara dan penggalian, secara perlahan dialihkan ke ekonomi berbasis pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Dalam beberapa tahun terakhir Pemkab Kutai Kartanegara terus melakukan proses transformasi ekonomi dari ketergantungan terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ke SDA yang dapat diperbaharui," kata Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, di Tenggarong, Rabu (24/9).

Di bidang pariwisata misalnya, pemda menambah sejumlah fasilitas pendukung wisata, terutama pada lima destinasi wisata unggulan, seperti Pulau Kumala, Planetarium, Waduk Panji, Pantai Tanah Merah dan Tugu Khatulistiwa atau Tugu Equator.

Di Pulau Kumala, misalnya, saat ini sedang ditambah atraksi pendukung, yakni pembangunan waterboom untuk menambah daya tarik, dengan sistem pembangunan tahun jamak sejak 2023 dan ditargetkan tuntas pada 2026.

Keberadaan fasilitas pendukung destinasi wisata ini jadi salah satu wahana wisata modern, bahkan disebut menjadi yang terlengkap di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah.

"Sedangkan di bidang pertanian, Pemkab Kutai Kartanegara mengarahkan pada modernisasi pertanian untuk mendongkrak produktivitas sekaligus untuk efisiensi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan," kata Aulia.

Menurut dia, kemajuan teknologi pertanian bukan hanya berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan memperkuat ketahanan pangan, namun bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Teknologi pertanian yang diterapkan antara lain penggunaan traktor, cuktivator, drone, sistem irigasi pintar, bioteknologi, dan platform digital, sehingga peralatan ini dapat membantu petani mengoptimalkan penggunaan lahan, air, dan pupuk, serta mempermudah pemasaran hasil panen, karena produk pertanian organik untuk membantu kesehatan konsumen.

Berkat keseriusan transformasi ekonomi ke SDA yang dapat diperbarui ini dalam dua tahun terakhir, maka produksi padi di Kutai Kartanegara pun menjadi yang tertinggi di Kaltim, sehingga daerah ini menjadi lumbung pangan bukan saja bagi kabupaten setempat, tapi juga bagi provinsi.

Pada 2024 misalnya, Kutai Kartanegara berkontribusi 50,71 persen dari total produksi se- Kaltim. Dari total luas panen 57.143,29 hektare (ha) di Kaltim, Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki luas panen 26.744,87 ha atau sebesar 46,80 persen, sedangkan untuk produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 115,10 ribu ton atau sebesar 50,71 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

52 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.