Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembaruan untuk Jawab Problem Antikebinekaan

📅 Sabtu, 28 Agu 2021, 08:02 WIB | Oleh:
Pembaruan untuk Jawab  Problem Antikebinekaan Doc: Istimewa
Ket. Cendekiawan Muslim, Sukidi PhD

JAKARTA - Cendekiawan Muslim, Sukidi PhD, menegaskan pentingnya pembaruan Islam untuk menjawab berbagai problem antikebinekaan yang masih marak terjadi di Tanah Air. "Pembaruan Islam ini untuk menyasar masalah antikeberagaman dan intoleransi di Indonesia," kata Sukidi, di Jakarta, Jumat (27/8).

Hal tersebut disampaikan Sukidi karena melihat aksi intoleransi dan persekusi telah menodai spirit kebangsaan. Hal itu ditandai dengan kerap terjadinya ujaran kebencian lantaran berbeda pilihan politik, latar belakang ras, suku, dan mazhab pemikiran.

Doktor Kajian Islam dari Universitas Harvard Amerika Serikat itu menilai, pembaruan Islam berbeda dengan situasi zaman sebagaimana pernah dilakukan Prof Nurcholish Madjid dan para pembaru Islam masa lampau.

Pada saat itu, lebih fokus pada kemandekan dan kejumudan berpikir umat, sehingga membuat umat kehilangan psychological striking force dalam perjuangan. Kebinekaan merupakan fondasi penting bangsa Indonesia dan menjadi akar kuat negeri. Akan tetapi, masalahnya, banyak masyarakat menerima kebinekaan sebagai sesuatu yang terberi begitu saja, tanpa meneladani sepenuh hati.

"Sebagian masyarakat masih mempersoalkan mayoritas dan minoritas. Padahal, dalam negeri yang bineka, apalagi dengan landasan Pancasila sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa, seharusnya tensi antara mayoritas dan minoritas tak boleh mendapat tempat lagi," kata dia.

Tidak Cukup

Menurut dia, kebinekaan tidak bisa hanya diterima sebagai fakta sosial, tapi itu saja tidak cukup. Jauh dari itu, kebinekaan menuntut keterlibatan aktif warga dalam masalah-masalah keumatan dan keindonesiaan.

Contoh, di masa pandemi sekarang, setiap warga harus menunjukkan keterlibatan aktif menyetop penyebaran virus. Sebab, jika tidak terlibat sama sekali, sama artinya mengkhianati kebinekaan, mengingkari para pendiri bangsa.

Lebih jauh Sukidi mengatakan, kebinekaan harus memenuhi keterlibatan, pengkuan terhadap yang lain dan hidup bersama dengan sikap saling menghargai. Terakhir, Sukidi menegaskan pembaruan Islam harus dilakukan untuk menegakkan kebinekaan di Indonesia. Sebab, inilah warisan paling penting yang harus dirawat dengan baik.

"Kebebasan berkeyakinan memiliki dua syarat utama: tidak melanggar hak orang lain dan tidak melanggar tatanan publik," ujarnya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Apple, Louis Vuitton, Herme...
Daerah
Kasus Sabu di Karawana, Pol...
Megapolitan
Wali Kota dan Wakil Wali Ko...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.