Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan IKN Akan Utamakan Potensi Lokal

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan IKN Akan Utamakan Potensi Lokal Doc: Antara

PENAJAM - Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan pembangunan ibu kota negara Indonesia baru, Nusantara, di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara harus mengutamakan potensi lokal.

Pembangunan di IKN, jelas Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, wajib mengutamakan potensi lokal seperti pangan.

Otorita IKN bakal segera mengedarkan pemberitahuan kepada seluruh katering yang terlibat pembangunan IKN Indonesia baru wajib membeli sayuran, beras, lauk dan lainnya dari lokal, terutama dari Kabupaten Penajam Paser Utara. "Sehingga masyarakat daerah sekitar IKN, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara harus menyiapkan kebutuhannya tersebut," jelasnya di Penajam, Jumat (24/2).

Otorita IKN juga pastikan tetap berdayakan warga Kalimantan Timur, terutama tenaga kerja domisili di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, serta daerah sekitar IKN Indonesia baru.

Otorita IKN bakal tingkatkan kemampuan SDM (sumber daya manusia) di Kabupaten Penajam Paser Utara, jelas dia, seperti mengadakan pelatihan untuk SDM yang lulusan sarjana.

Para generasi muda harus optimis menyambut pembangunan IKN Indonesia baru, dengan meningkatkan potensi agar mampu bersaing dalam dunia kerja dengan warga pendatang.

Penyiapan SDM, menurut dia, harus dimulai sejak dini sebab sumber daya manusia yang menikmati pembangunan IKN. "Warga Kalimantan Timur untuk segera persiapkan diri agar tidak menjadi penonton ketika IKN terbangun dan berkembang," ucap dia.

Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, bakal berupaya memperkuat masyarakat, khususnya Kalimantan Timur, dapat terlibat dan mendukung pembangunan IKN Indonesia baru. "Khusus Kabupaten Penajam Paser Utara, masih banyak yang perlu disiapkan untuk menjadi bagian dari IKN," kata Alimuddin.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menegaskan IKN Indonesia baru nanti bukan hanya kota pemerintahan tetapi ada teknologi area.

Kota yang dibangun, jelas Presiden Jokowi di Penajam, Kamis, bukan hanya kota pemerintahan tetapi ke depan akan ada teknologi area di IKN. Berbagai fasilitas IKN Indonesia baru akan sangat berguna bagi masyarakat, tegas dia, maka pengerjaan infrastruktur awal IKN Nusantara harus sukses.

Pengerjaan pembangunan IKN Indonesia baru dimulai dari nol, sehingga diharapkan Badan Otorita IKN Nusantara bekerja dengan maksimal. IKN Nusantara sedang dibangun menjadi ibu kota negara baru Indonesia menggantikan Jakarta, kata dia, mengusung kota dengan konsep modern, kota pintar, dan kota ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.