Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Diaspora Diajak untuk Melestarikan Bahasa Indonesia di Keluarga

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 21:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Diaspora Diajak untuk Melestarikan Bahasa Indonesia di Keluarga Doc: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu
Ket. Seminar Tahunan 2024 APPBIPA Jepang di Tokyo, Sabtu (28/9).

Tokyo - Ahli Bahasa Universitas Negeri Jakarta Liliana Muliastuti mengajak para diaspora untuk melestarikan bahasa Indonesia dengan membiasakan penggunaannya di keluarga.

"Mulai dari keluarga, itu adalah rumah pertama bagi anak-anak kita. Tentu, itu akan lebih kokoh dan keluarga jadi model," kata Liliana dalam Seminar Tahunan 2024 APPBIPA Jepang di Tokyo, Sabtu.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNJ itu menuturkan pembiasaan berbahasa Indonesia di lingkungan keluarga akan membangun sikap bahasa yang kokoh.

Sikap bahasa tersebut merupakan faktor eksternal bahasa Indonesia untuk lebih berkembang dan membuana selain faktor politik, keamanan, ekonomi, kekayaan alam dan budaya.

"Teman-teman diaspora di berbagai negara juga perlu menciptakan suasana seperti itu," katanya.

Mantan pengajar BIPA di Korea Selatan itu mengimbau para diaspora untuk menerapkan apa yang termaktub pada Trigatra Bahasa, yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing.

"Itu adalah trigatra yang menurut saya proporsional, sangat ideal. Kita jangan terlalu banyak porsinya untuk bahasa asing. Berapa persen bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing. Itu memang harus ada," ujarnya.

Salah satu tantangan yakni yang terjadi pada keluarga kawin campur di mana istri atau suami berbahasa asing sehingga sulit mempertahankan bahasa Indonesia.

"Tetap dibiasakan menggunakan bahasa Indonesia untuk yang kawin campur. Tetap melindungi anak-anak kita dengan bahasa Indonesia mudah-mudahan sebagai bahasa pertama," katanya.

Selain itu, lanjut dia, internasionalisasi bahasa Indonesia di dalam negeri wajib dilakukan karena sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Dia mengimbau agar penutur jati bahasa Indonesia harus percaya diri dalam berbahasa Indonesia dalam ajang internasional, seperti seminar.

"Kita ini sudah punya undang-undang, dikatakan seminar internasional di dalam negeri itu menggunakan bahasa Indonesia, narasumber asing silakan pakai bahasa Inggris dan boleh disediakan penerjemah," katanya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) Ari Driyaningsih mengatakan untuk membentuk sikap bahasa yang kuat harus menjadi teladan terlebih dahulu.

"Daripada berbicara 1.000 kalimat, lebih baik dengan satu teladan," katanya.

Demikian pula yang disampaikan pengajar bahasa Indonesia SRIT Asep Wijaya, kunci utama membuanakan bahasa Indonesia salah satunya adalah konsistensi.

"Konsisten. Jadi, kalau menggunakan bahasa Indonesia, fokuslah konsisten menggunakan bahasa Indonesia, begitu juga bahasa Jepang, bahasa Inggris," katanya.

Saat ini APPBIPA memiliki 28 cabang di Indonesia dan enam cabang di luar negeri, di antaranya Jepang, Jerman, Taiwan, Thailand, Korea Selatan dan Timor Leste.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.