MR.D.I.Y. Art Competition 2025 Umumkan Daftar Pemenang dan Tampilkan Karya Terbaik Seniman Lokal
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 22:58 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Koran Jakarta/Rivaldi Dani Rahmadi
JAKARTA - MR.D.I.Y. Indonesia sukses menyelenggarakan kompetisi karya seni MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025. Mengusung tema “Identity & Diversity”, kompetisi yang baru pertama kali diselenggarakan ini diikuti lebih dari 1.600 peserta dan lebih dari 2.300 karya seni.
Direktur Utama MR.D.I.Y., Edwin Cheah mengapresiasi antusiasme dan semangat masyarakat Indonesia terhadap MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025. Menurut dia, ribuan karya seni yang diterima membuktikan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyuarakan keberagaman dan mempererat kebersamaan.
"Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan ekspresi autentik yang dituangkan para peserta dalam setiap karya mereka. Ini menjadi bukti bahwa seni tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga jembatan untuk merayakan identitas dan keberagaman," kata Edwin.
Dalam proses kurasi dan penilaian karya seni, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition menghadirkan para juri profesional dan ahli di bidang seni seperti R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta perwakilan MR.D.I.Y. yaitu Edwin Cheah. Penilaian MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 berlandaskan pada ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang diciptakan pada setiap karya seni yang masuk
R.E. Hartanto sebagai pelukis sekaligus salah satu juri MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 menuturkan, ada tiga tahap dalam penilaian karya dengan mempertimbangkan empat kriteria utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Relevansi dengan tema, konsep dan narasi, kreativitas, serta aspek teknis dan visual. Para finalis menunjukkan kualitas luar biasa, dan para pemenang menafsirkan tema ‘Identitas & Keberagaman’ dengan pendekatan yang personal dan reflektif. Penghargaan dari MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 ini kami harap menjadi bentuk pengakuan sekaligus pengingat akan kehormatan dan komitmen dalam proses berkarya. Selamat kepada para pemenang, dan terima kasih kepada seluruh peserta atas kontribusinya bagi ekosistem seni rupa Indonesia," ucapnya.
Tom Tandio selaku pendiri IndoArtNow turut mengapresiasi langkah MR.D.I.Y. Indonesia yang memberi ruang nyata untuk seniman lokal.
"Kompetisi ini adalah katalis penting bagi praktik seni yang lebih inklusif dan bermakna," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
MR.D.I.Y. Dukung Eksposur Finalis Kompetisi melalui Pameran dan Kesempatan Kompetisi Regional
Selain mengumumkan pemenang MR.D.I.Y. Art Competition 2025, MR.D.I.Y. juga mendukung eksposur para finalis dengan menyelenggarakan Art Exhibition dari 6 hingga 17 Agustus 2025 di Toko Flagship MR.D.I.Y. Lotte Mall, Jakarta. Pameran ini dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun. Dukungan MR.D.I.Y. terhadap seniman lokal tidak hanya berhenti di pameran, melainkan para pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 juga akan berkesempatan untuk berkompetisi di tingkat regional berhadapan dengan pemenang Art Competition dari MR.D.I.Y. Thailand dan Malaysia.
“Kami berharap kompetisi ini dapat menjadi pijakan bagi para seniman pemula maupun profesional untuk dapat lebih semangat dalam menciptakan karya dan berekspresi serta menginspirasi. Kompetisi ini adalah bentuk komitmen MR.D.I.Y. Untuk Indonesia dalam mendukung seni, budaya, dan keberagaman," ujar Edwin.
Daftar Pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025 dengan Total Hadiah Rp280 Juta
Kategori Umum
- Grand Prize: M. Aidi Yupri dengan karya Rakit Rekat Nusantara
Visualisasi perahu, hutan, dan buku yang menyatukan semangat kolektif budaya Nusantara.
M. Aidi Yupri, lelaki asal Magelang ini merupakan seorang perupa yang banyak terinspirasi oleh elemen alam seperti batu, air, dan pepohonan. Ia memandang alam sebagai pustaka kehidupan yang menjadi sumber pembelajaran, sehingga banyak karyanya disajikan dalam format menyerupai buku. Selain berkesenian, ia juga aktif dalam bidang botani dan petualangan alam.
- Judges' Award: Andita Purnama dengan karya Babad Tanah Leluhur: Wasiat Bunga Kencana Wungu
Instalasi artefak ingatan dari pita kaset dan simbol perempuan sebagai penanda sejarah dan identitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!