Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menuju Era Agen AI dan Kuantum, IBM Paparkan Arah Baru AI Asia Pasifik 2026

📅 Sabtu, 13 Des 2025, 22:20 WIB | Oleh:
 Menuju Era Agen AI dan Kuantum, IBM Paparkan Arah Baru AI Asia Pasifik 2026 Doc: IBM
Ket. Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, mengungkapkan sejumlah tren AI penting yang patut diperhatikan pada tahun 2026 di sesi media briefing yang dilakukan di Jakarta pada hari Kamis (11/12).

 JAKARTA - IBM mengungkap sejumlah tren mendasar AI yang akan menjadi kunci bagi bisnis di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pada tahun 2026. Tren ini merupakan kelanjutan dari fokus IBM sepanjang tahun lalu untuk menjadikan AI lebih mudah diakses, lebih bertanggung jawab, dan lebih relevan bagi pelaku bisnis, pembuat kebijakan, serta masyarakat Indonesia.

 AI telah bergeser, dari fase eksperimental, menjadi kebutuhan mendasar yang mengubah cara keputusan dibuat, dan bagaimana peran kerja didefinisikan, dan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Organisasi kian sadar akan pentingnya mengintegrasikan AI sebagai inti dari operasional bisnis mereka.

Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, mengungkapkan sejumlah tren AI penting yang patut diperhatikan pada tahun 2026 di sesi media briefing yang dilakukan di Jakarta pada hari Kamis (11/12).

 Kedaulatan AI (Sovereign AI/AI Sovereignty)

Di tengah ketegangan geopolitik, berbagai negara berinvestasi pada kendautalan AI (sovereign AI) dan cloud untuk mempertahankan kendali atas teknologi, data, dan infrastruktur mereka. Langkah ini mencakup pengembangan model lokal serta infrastruktur yang berdaulat guna memenuhi kebutuhan terkait kedaulatan data, kemampuan multibahasa, nuansa budaya, dan keamanan nasional.

“Kedaulatan digital adalah kemampuan sebuah organisasi dalam mengendalikan data, perangkat lunak, dan infrastruktur digitalnya, melampaui sekadar kepatuhan namun juga demi membangun kepercayaan melalui transparansi dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab,” ujar dia.

Studi IBV “Why CEOs Must Act Now to Secure the Future” memberikan data-data terkait hal-hal tersebut diantaranya adalah pada tahun 2027, 80% organisasi multinasional di Asia Pasifik akan menerapkan strategi kedaulatan data.

Pasar sovereign cloud di Asia Pasifik diperkirakan tumbuh 4,5 kali lipat, dari $37 miliar pada tahun 2023 menjadi $169 miliar pada tahun 2028. Pengeluaran di industri yang teregulasi seperti perbankan meningkat hampir lima kali lipat, dari $14 miliar (2023) menjadi $66 miliar pada tahun 2028. Pasar sovereign cloud di Asia Pasifik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 31,5% atau mencapai 36,7 miliar dollar AS pada tahun 2027.

Beberapa hal yang harus dilakukan bisnis untuk bersiap, perlu menjadikan kedaulatan digital sebagai prioritas pada tingkat direksi. Penggunaan hybrid cloud untuk memperoleh fleksibilitas dalam mengintegrasikan infrastruktur cloud yang bersifat publik, privat, dan berdaulat, sehingga dapat memberikan organisasi kendali penuh untuk mematuhi aturan kedaulatan data sambil tetap terhubung secara global dan mengakses teknologi yang mutakhir.

Selain itu adalah membangun kolaborasi strategis di ranah teknologi yang berdaulat untuk memperkuat ekosistem bisnis. Komitmen untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam teknologi yang berdaulat karena mereka akan menjadi penggerak utama keberhasilan solusi AI di perusahaan.

 AI sebagai Penggerak Pertumbuhan

Return on investment (ROI) yang nyata dari AI akan muncul saat AI mampu menciptakan diferensiasi kompetitif, memperbarui model bisnis, serta membuka produk, layanan, dan sumber pendapatan baru. Studi IBV “APAC AI Outlook 2026” menunjukkan beberapa data yang relevan terhadap hal tersebut.

Sebesar 64% CEO global menyadari bahwa keberhasilan AI lebih bergantung pada adopsi oleh manusia daripada teknologi itu sendiri. Sebesar 72% CEO yang tercatat memiliki kinerja terbaik menyatakan bahwa GenAI tingkat lanjut merupakan sumber keunggulan kompetitif mereka.

Sebesar 85% eksekutif global percaya AI akan memungkinkan terciptanya model bisnis baru, namun masih terdapat kesenjangan besar antara ambisi dan transformasi yang nyata. Selain itu 95% eksekutif global berharap GenAI dapat menghasilkan revenue, menjadikan AI sebagai aset strategis yang menghasilkan modal baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

55 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.