Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Kebudayaan: Refleksi Sejarah Perang Jawa Penting untuk Kemajuan Bangsa

📅 Senin, 21 Jul 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Kebudayaan: Refleksi Sejarah Perang Jawa Penting untuk Kemajuan Bangsa Doc: Antara
Ket. Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz (depan, kiri), Menteri Kebudayaan Fadli Zon (depan, dua dari kiri) dalam pembukaan pameran peringatan 200 tahun Perang Jawa dan perjuangan Diponegoro di Perpusnas, Jakarta, Minggu (20/7).

Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut pentingnya refleksi sejarah Perang Jawa (1825–1830) sebagai bagian tak terpisahkan dalam menemukan jati diri bangsa Indonesia.

“Refleksi terhadap Perang Jawa atau Perang Diponegoro mengajarkan kita bahwa jati diri perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak dibangun dalam sebuah kenyamanan, tetapi dalam perlawanan menentang penjajahan dan kolonialisme,” kata Menbud Fadli Zon saat pidato kebudayaan pada gelaran peringatan 200 tahun Perang Jawa yang digelar Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) di Jakarta, Minggu (20/7) malam.

Perjuangan Pangeran Diponegoro menjadi simbol keberanian, religiositas, dan keteguhan prinsip. Strategi perang gerilya yang diterapkan Pangeran Diponegoro menunjukkan kecerdikan dalam menghadapi penjajah, jauh dari pola konvensional.

“Dia tumbuh dari sebuah semangat rela berkorban dan cinta tanah air, keberanian, dan prinsip yang tak bisa dibeli atau ditundukkan, sebagaimana jati diri Pangeran Diponegoro,” Fadli Zon menambahkan.

Menbud juga menyoroti karya monumental "Babad Diponegoro", yang menurut dia menjadi referensi penting untuk memahami sejarah dan literasi kebudayaan Jawa. "Babad Diponegoro" adalah naskah kuno yang berisi riwayat hidup Pangeran Diponegoro, yang diakui oleh UNESCO sebagai "Memory of the World" atau Ingatan Dunia pada 2013.

Naskah itu ditulis dalam bahasa Jawa dan dianggap sebagai otobiografi pertama dalam sastra Jawa modern. "Babad Diponegoro" ditulis saat Pangeran Diponegoro diasingkan di Manado, Sulawesi Utara, pada 1831-1832.

Sebagai bagian dari peringatan, Kementerian Kebudayaan akan menggelar pameran lukisan bertajuk “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, yang rencananya dibuka Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7).

Menbud Fadli mengajak generasi muda untuk memperkuat kesadaran sejarah dan menjadikan perjuangan masa lalu sebagai inspirasi membangun masa depan bangsa.

“Sejarah adalah cermin kolektif bangsa, tanpa memahaminya, maka suatu bangsa berisiko kehilangan arah dan mudah tercerabut dari akar jati dirinya.” kata dia.

Perpusnas menyelenggarakan serangkaian program bertajuk "MARTABAT" untuk memperingati 200 tahun perang Jawa yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 Agustus 2025 untuk memperingati dua abad perang tersebut.

"MARTABAT" diambil untuk menonjolkan hakikat harga diri bangsa pada setiap insan, mengandung nilai-nilai hakiki yang menggerakkan gelora perjuangan Pangeran Diponegoro tatkala dia melihat ketidakadilan kolonial, korupsi, dan kesewenang-wenangan yang menggerus hak-hak dasar rakyat Indonesia di masa penjajahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.