Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mensos Sebut Lulusan Sekolah Rakyat Bisa Lanjut Kuliah Lewat Beasiswa

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 20:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos Sebut Lulusan Sekolah Rakyat Bisa Lanjut Kuliah Lewat Beasiswa Doc: Antara
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8).

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa siswa Sekolah Rakyat berpeluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui skema beasiswa yang disiapkan pemerintah maupun pihak swasta.

"Bagi mereka yang ingin misalnya kuliah, akan dikawal nanti, akan dikawal, akan diantarkan, akan dibimbing supaya mereka bisa nanti memperoleh kesempatan. Mungkin melalui beasiswa, baik oleh pemerintah maupun juga mungkin dari swasta," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/8).

Menurutnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menjadi bagian dari tim pelaksana Sekolah Rakyat, sehingga proses pendampingan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi akan dilakukan secara terstruktur.

Gus Ipul mengatakan selain beasiswa, pemerintah juga menyiapkan jalur pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa.

Pemanfaatan teknologi pemetaan potensi individu, seperti DNA talent, digunakan sejak awal untuk mengetahui arah pengembangan siswa.

"Maka itu kan kita awali sekarang ini dengan talent mapping kan, kita sudah tahu anak ini tuh ke depan baiknya seperti apa," ucap dia.

Gus Ipul menyebut hasil pemetaan itu akan menjadi dasar dalam memberikan arahan karier, termasuk kemungkinan menjadi aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, wirausahawan, atau atlet.

"Sejak awal kita akan ketahui itu potensi dengan DNA talent itu. Menggunakan teknologi terbaru untuk mengetahui lebih cepat minat bakat siswa," ujarnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa terdapat 70 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi. Pada pertengahan bulan Agustus ini, jumlah tersebut ditargetkan mencapai 100 titik. Sementara itu, sebanyak 59 sekolah tambahan direncanakan mulai beroperasi pada bulan September mendatang.

Dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara Beroperasinya 159 titik Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026 ini, akan mampu menampung 620 rombongan belajar dengan total 15.370 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Proses pembelajaran di sekolah-sekolah ini akan didukung oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga kependidikan nonguru.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico menjelaskan, 159 titik Sekolah Rakyat yang ditargetkan berjalan pada tahun 2025 tersebar dari Sumatra hingga Papua, dengan rincian 34 titik di Sumatera, 65 di Jawa, 7 di Bali dan Nusa Tenggara, 13 di Kalimantan, 28 di Sulawesi, 7 di Maluku, dan 5 di Papua.

Kendati target 159 titik pada tahun ajaran 2025/2026 telah terpenuhi, Robben menyebut bahwa Kemensos tetap akan menampung jika ada pemerintah daerah yang menyampaikan usulan baru penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.