Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Kualitas Tidur Memburuk Seiring Bertambahnya Usia?

📅 Rabu, 04 Jan 2023, 13:33 WIB | Oleh:
Mengapa Kualitas Tidur Memburuk Seiring Bertambahnya Usia? Doc: Joyce Lee/ The New York Times
Ket. Para ilmuwan menemukan, lebih dari setengah dari 6.050 orang dewasa yang disurvei memiliki satu atau dua gejala insomnia selama sebulan.

Sering muncul pertanyaan, mengapa seiring bertambahnya usia, seseorang semakin sulit untuk tertidur dan tetap lelap? Abhinav Singh, Direktur Medis dari Indiana Sleep Center dan ahli tidur di Marian University College of Osteopathic Medicine, menjawab pertanyaan ini dengan perumpamaan.

"Pikirkan kemampuan untuk tidur seolah-olah itu adalah mobil. Seiring bertambahnya usia dan jarak tempuh, itu kurang mulus dikendarai, dan perlu lebih banyak perbaikan," kata Singh.

"Hal yang sama terjadi dengan tidur Anda," ujarnya.

Para peneliti telah menemukan bahwa kualitas tidur memang sedikit menurun seiring bertambahnya usia. Orang dewasa yang lebih tua cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, lebih sering bangun sepanjang malam dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur siang dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih muda.

"Mereka juga lebih sedikit menjalani tidur nyenyak yang dapat , membantu pertumbuhan dan perbaikan tulang dan otot, memperkuat sistem kekebalan dan membantu otak mengkonsolidasikan ingatan," kata Singh.

"Tingkat melatonin Anda, yang memainkan peran penting dalam siklus tidur-bangun, juga berubah seiring bertambahnya usia," katanya.

Maka, tidak mengherankan bahwa ketika para peneliti mensurvei lebih dari 9.000 orang berusia 65 tahun ke atas dalam sebuah studi penting yang diterbitkan pada 1995, menemukan bahwa 57 persen dari mereka melaporkan setidaknya satu keluhan tidur selama tiga tahun. Ini termasuk kesulitan jatuh tertidur, bangun terlalu pagi, merasa gelisah dan tidur siang di siang hari. Dalam studi berbeda, yang diterbitkan pada 2014, para ilmuwan menemukan bahwa lebih dari setengah dari 6.050 orang dewasa yang disurvei memiliki satu atau dua gejala insomnia selama sebulan terakhir.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih mungkin dibandingkan pria untuk melaporkan kualitas tidur yang lebih buruk secara umum. Menurut National Institute on Aging, kualitas tidur mereka mulai menurun, biasanya dimulai sekitar transisi menopause (atau tahun-tahun menjelang menopause), yang biasanya dimulai antara 45 dan 55.

Apa sebenarnya yang menyebabkan perubahan ini? Tidak ada yang tahu pasti.

"Kita baru mulai memahami mengapa semua ini terjadi," kata pakar psikiatri dan ilmu perilaku di Stanford University, Luis de Lecea.

Satu penjelasan berkaitan dengan penuaan otak. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Februari, de Lecea dan timnya menemukan bahwa sekelompok neuron tertentu pada tikus yang tua, yang bertanggung jawab untuk terjaga menjadi terlalu terstimulasi, sehingga mengganggu siklus tidur mereka.

"Pergeseran ini mungkin juga terjadi pada manusia, karena bagian otak yang mengatur tidur pada tikus, yang disebut hipotalamus, mirip dengan manusia," katanya.

Para peneliti juga menemukan bahwa nukleus suprachiasmatic, daerah otak lain yang mengatur ritme sirkadian tubuh, memburuk pada tikus seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan gangguan tidur, termasuk kesulitan tidur pada waktu yang teratur.

Menurut peneliti tidur di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, Adam Spira, perubahan gaya hidup tertentu juga dapat menyebabkan gangguan tidur di kemudian hari. Saat orang pensiun, rutinitas kesehariab mereka menjadi kurang teratur. Mereka mungkin bangun lebih siang atau tidur siang, yang dapat membuat lebih sulit untuk tertidur di malam hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.