Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel-Tiongkok Bahas Keberadaan Struktur di Laut Kuning

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel-Tiongkok Bahas Keberadaan Struktur di Laut Kuning Doc: Korea Institute of Ocean Science and Technology
Ket. Foto yang diambil oleh Korea Institute of Ocean Science and Technology pada 26 Februari lalu memperlihatkan struktur terapung yang dibangun Tiongkok di zona tindakan sementara (PMZ) Laut Kuning.

SEOUL - Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (23/4) mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mendirikan fasilitas yang diperlukan di perairan teritorial yang tumpang tindih dengan Tiongkok di Laut Kuning sebagai tanggapan atas pemasangan struktur baja secara sepihak oleh Beijing di wilayah perairan tersebut.

Pernyataan Korsel dilontarkan sebelum kedua negara menggelar pertemuan tatap muka Dialog Kerja Sama Maritim ke-3 di Seoul pada Rabu.

Laporan media Korsel mengatakan struktur yang tinggi dan diameternya 50 meter itu adalah struktur terbaru dari tiga instalasi Tiongkok di perairan tersebut dan Beijing mengatakan bahwa semua struktur untuk akuakultur (budidaya ikan laut).

“Karena ukuran proporsional, kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius dari perspektif melindungi wilayah maritim kami,” kata Menteri Kelautan Korsel, Kang Do-hyung, pada awal pekan lalu seraya menambahkan bahwa pemerintah pertama-tama harus memutuskan jenis fasilitas apa yang diperlukan di sana.

“Kami sangat memprotes Tiongkok melalui saluran diplomatik. Kami melihat masalah ini dengan sangat serius, mengingat pentingnya dan posisi kami dalam melindungi wilayah maritim kami,” ucap Kang.

Pernyataan Kang muncul setelah media melaporkan bahwa struktur yang disengketakan adalah anjungan (rig) minyak lama yang digunakan di Timur Tengah. Struktur yang dilengkapi dengan helipad, memiliki tulisan “Atlantic Amsterdam”di permukaannya, yang merupakan nama rig minyak yang dibangun oleh Prancis pada tahun 1982, harian yang berbasis di Seoul, Chosun Ilbo, melaporkan pada Senin (21/4) lalu.

Tumpang Tindih

Korsel dan Tiongkok mengklaim wilayah Laut Kuning yang tumpang tindih dan dikelola di bawah zona tindakan sementara (provisional measures zone/PMZ) yang dimaksudkan untuk mencegah konflik antara kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, pada Senin menegaskan bahwa struktur itu untuk akuakultur. “Fasilitas akuakultur yang didirikan oleh perusahaan Tiongkokdi PMZ tidak bertentangan dengan perjanjian antara Tiongkok dan Korsel,” kata Guo.

“Tiongkok telah berbagi informasi yang relevan dan memelihara komunikasi dengan Korsel melalui saluran-saluran seperti dialog dan mekanisme kerja sama urusan maritim. Kami berharap Seoul akan melihat ini secara objektif dan masuk akal,” tegas dia.

Perjanjian Tiongkok-Korsel yang menetapkan PMZ pada tahun 2001 memungkinkan kapal penangkap ikan dari kedua negara untuk beroperasi di dalam zona tersebut, namun perjanjian ini melarang aktivitas apa pun di luar navigasi dan memancing.

Terlepas dari kesepakatan itu, Tiongkokdilaporkan telah memasang beberapa struktur baja besar, termasuk dua pada bulan April dan Mei tahun lalu, dan satu lagi tahun ini, hingga meningkatkan kekhawatiran di Korsel mengenai potensi sengketa wilayah. RFA/KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

43 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.