Korlantas Polri Mulai Menyiapkan Skenario Operasi Nataru secara Presisi
📅 Rabu, 12 Nov 2025, 11:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menyiapkan skenario operasi pengamanan dan pelayanan menyambut Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) secara terencana, presisi, dan terkoordinasi lintas sektor.
Operasi yang bertajuk “Operasi Lilin 2025” itu difokuskan untuk mewujudkan arus lalu lintas yang aman, lancar, dan nyaman, sekaligus menjamin keamanan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jakarta, Rabu (12/11), mengatakan sebelum melaksanakan Operasi Lilin 2025, Korlantas akan melaksanakan Operasi Zebra terlebih dahulu pada dua pekan sebelum Natal.
“Operasi Zebra menjadi tahapan awal untuk menyiapkan kondisi tertib di jalan raya sekaligus mengedukasi masyarakat agar disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Nataru,” katanya.
Lalu, dalam Operasi Lilin 2025, fokus pengamanan diarahkan ke jalur tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, jalur arteri dan wisata, serta simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, bandara, dan stasiun besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agus menyebut, rekayasa lalu lintas di jalan tol akan diberlakukan secara situasional sesuai volume kendaraan. Rekayasa yang disiapkan antara lain one way, contra flow, serta manajemen rest area untuk menghindari penumpukan di jalur tol Jakarta–Semarang–Surabaya.
“Arus kendaraan dipantau secara real time melalui ETLE mobile dan Command Center Korlantas. Jika terjadi lonjakan, kita langsung aktifkan sistem one way dan penyesuaian arus di titik rawan,” katanya.
Untuk jalur arteri dan kawasan wisata, rekayasa arus disesuaikan dengan karakteristik wilayah, seperti buka-tutup jalan, pengalihan rute, dan ganjil-genap di kawasan padat seperti Puncak, Lembang, Bali, Yogyakarta, Malang, dan daerah wisata lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pada malam Natal, seluruh gereja, rumah ibadah, dan lokasi ibadah umat Kristiani akan menjadi fokus pengamanan. Sterilisasi dilakukan sebelum misa Natal dengan dukungan Unit Gegana dan K-9.
Pendekatan pengamanan bersifat humanis dan kolaboratif dengan melibatkan peran tokoh agama dan masyarakat setempat sebagai wujud toleransi antarumat beragama.
Selain itu, pos pelayanan disiapkan di titik-titik strategis yang menyediakan layanan kesehatan, informasi, dan tempat istirahat bagi masyarakat.
Pemantauan kegiatan misa Natal dilakukan secara digital melalui Command Center Korlantas dan posko Polda di seluruh Indonesia.
Menjelang pergantian tahun, fokus pengamanan diarahkan ke pusat kota, alun-alun, kawasan wisata, dan tempat hiburan publik.
Beberapa wilayah diberlakukan car free night dan pembatasan kendaraan di area tertentu untuk mengantisipasi penumpukan massa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!