Kopi Liberika dari Kalimantan Timur Miliki Karakter Unik, Beda dengan Arabika dan Robusta
📅 Kamis, 02 Okt 2025, 00:30 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SAMARINDA – Para pecinta kopi mesti mencoba kopi Liberika dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kopi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Jenis kopi ini dinilai memiliki karakteristik unik yang membedakan dari jenis arabika dan robusta, serta sangat cocok dengan kondisi agro ekosistem Kaltim.
Ketua Harian Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FKPB) Yus Alwi Rahman, di Samarinda, Rabu, menjelaskan salah satu keunggulan utama liberika adalah sifatnya yang sangat adaptif. Kopi ini cepat beradaptasi terhadap kondisi lahan dan iklim tropis, menjadikannya ideal untuk ditanam di berbagai wilayah di Kaltim.
“Dulu, orang hanya mengenal kopi arabika dan robusta. Tapi ternyata di Kalimantan Timur sudah ada liberika dengan cita rasa yang khas dan unik, dengan aroma yang kuat dan rasa yang lebih berani. Ini memberikan nilai tambah dalam upaya diversifikasi produk kopi kita,” ujar Yus Alwi mewakili Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, dalam acara Bincang Komoditas Perkebunan Lestari Kalimantan Timur (seri ke-9 yang diadakan secara virtual.
Selain keunggulan agronomis, liberika Kaltim juga memiliki potensi pasar yang luas, baik di tingkat domestik maupun global, seiring dengan meningkatnya minat konsumsi terhadap kopi spesial. Untuk mewujudkan potensi ini, pengembangan Kopi liberika di Kaltim perlu dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir.
Yus Alwi menyoroti bahwa berdasarkan RTRWP tahun 2016, potensi lahan untuk perkebunan di Kaltim sangat luas, mencapai 3,2 juta hektare. Namun, data saat ini menunjukkan adanya penurunan drastis luas lahan kopi di Kaltim. Tahun 2000-an, luas kopi Kaltim masih lebih dari 4.000 hektare. Posisi sekarang, luas kopi di Kaltim hanya tinggal 1.300 hektare.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, kegiatan diskusi ini dinilai sebagai momen penting untuk mengembalikan kejayaan kopi, terutama melalui produksi kopi liberika yang memiliki potensi besar. "Mudah-mudahan kopi kita memiliki progres pertumbuhan yang lebih baik di masa datang," katanya lagi.
Beberapa daerah di Kaltim telah menunjukkan potensi besar dalam pengembangan kopi liberika, di antaranya Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Samarinda. Pengembangan kopi liberika diharapkan dapat menjadi motor baru penggerak ekonomi perkebunan di Kaltim, sekaligus memperkaya keragaman produk kopi Indonesia.
Kegiatan diskusi menghadirkan narasumber dari Direktorat Perbenihan Perkebunan, Ditjenbun Kementan Santi Fitria Sari, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Ari Wibowo, Asosiasi Cafe dan Barista Kaltim Didin Hamid, dan Praktisi/Pelaku Usaha Kopi Slamet Prayoga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!