Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konvoi Kapal Filipina Urung ke Scarborough Shoal

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konvoi Kapal Filipina Urung ke Scarborough Shoal Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Dibayangi Penjaga Pantai l Sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok memantau dari kejauhan konvoi kapal nelayan Filipina yang digagas kelompok sipil yang berlayar di LTS pada Kamis (16/5). Kelompok sipil ini urung melakukan pelayaran ke Scarborough Shoal karena terus dibayangi kapal Tiongkok.

MANILA - Konvoi kapal sipil Filipina yang membawa perbekalan untuk para nelayan Filipina mengatakan bahwa mereka kembali ke pelabuhan pada Kamis (16/5) dan membatalkan rencana untuk berlayar ke terumbu karang yang dikuasai Tiongkok di lepas pantai negara Asia tenggara tersebut setelah salah satu kapal mereka terus-menerus dibuntuti oleh sebuah kapal Tiongkok.

Konvoi koalisi Atin Ito berlayar pada Rabu (15/5) lalu untuk mendistribusikan bahan bakar dan makanan kepada para nelayan serta untuk menegaskan hak-hak Filipina di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan, yang hampir seluruhnya diklaim oleh Tiongkok meskipun ada keputusan internasional yang menentang pernyataan tersebut.

Pelayaran tersebut dilakukan dua pekan setelah Manila, yang memiliki klaim yang bersaing di laut tersebut, mengatakan kapal Penjaga Pantai Tiongkok telah merusak dua kapal pemerintah Filipina dengan meriam air bertekanan tinggi di dekat Scarborough Shoal.

"Kami sekarang akan melanjutkan pelayaran ke pelabuhan ikan Subic untuk menandai akhir dari keberhasilan misi kami," demikian pernyataan kelompok itu.

Sebuah kapal Penjaga Pantai Filipina yang mengawal konvoi tersebut juga kembali ke pelabuhan yang sama, yang terletak di utara Manila, kata badan Penjaga Pantai Filipina.

"Konvoi kami mengetahui dari para nelayan di kapal di daerah tersebut melalui radio bahwa mereka telah diusir oleh pihak Tiongkok," kata Emman Hizon, juru bicara kelompok non-pemerintah tersebut kepadaAFP.

Namun dia mengatakan tim pendahulu kelompok tersebut telah mendistribusikan bahan bakar dan bantuan lainnya kepada nelayan Filipina pada Rabu sekitar 46 hingga 56 kilometer dari perairan dangkal tersebut, dan menyatakan bahwa misi mereka telah tercapai.

"Kapal tim pendahulu, yang kembali ke pelabuhan Filipina pada pagi hari tanggal 16 Mei, mampu mendistribusikan bantuan meskipun terus-menerus dibayangi oleh kapal Angkatan Laut Tiongkok, kata Hizon.

Sebuah penerbangan pengintaian melihat 19 kapal Tiongkok, termasuk sebuah kapal perang dan delapan kapal penjaga pantai, di sekitar perairan dangkal tersebut pada Rabu, kata Penjaga Pantai Filipina.

Dikatakan bahwa konvoi utama yang terdiri dari empat perahu nelayan berlambung kayu, masih dibuntuti oleh kapal Penjaga Pantai Tiongkok di dekatnya pada Kamis, bahkan ketika kapal tersebut berlayar menjauh dari perairan dangkal tersebut.

Sumber Konflik

Ketika ditanya tentang tuduhan bahwa kapal-kapal Tiongkok mengusir nelayan Filipina, Kedutaan Besar Tiongkok di Manila merujuk pada peringatan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu yang menegaskan telah terjadinya upaya untuk melanggar kedaulatan Tiongkok di Scarborough Shoal.

Terumbu karang yang kaya akan ikan ini berpotensi menjadi sumber konflik sejak Beijing merebutnya dari Manila pada 2012. Letaknya sekitar 240 kilometer sebelah barat pulau utama Luzon di Filipina dan hampir 900 kilometer dari Hainan, daratan utama Tiongkok yang terdekat.

Penyelenggara konvoi Atin Ito, Edicio Dela Torre, mengatakan pada Rabu bahwa misi pengiriman pasokan kelompok sipil tersebut bukan hanya tentang mengirimkan pasokan, tetapi juga tentang menegaskan kembali kehadiran dan hak-hak Filipina di perairan mereka sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.