Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Ungkap Dua WNI di Rumania Tertular Kusta dari Ibu di Bali

📅 Sabtu, 20 Des 2025, 14:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Ungkap Dua WNI di Rumania Tertular Kusta dari Ibu di Bali  Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (tengah) berbincang dengan pasien penyakit kusta saat kunjungan kerja di Puskesmas Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (14/8/2025).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Bali untuk penelusuran kasus lebih lanjut di Rumania dan Indonesia, menyusul kabar tentang penemuan warga negara Indonesia (WNI) penderita kusta di Rumania.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa Kemenkes melalui International Health Regulation National Focal Point (IHR NFP) mendapat notifikasi kasus kusta dari IHR NFP Rumania, pada awal Desember 2025.

"Dari notifikasi tersebut, diketahui terdapat 2 orang WNI, yang bekerja di Rumania, dengan status suspek infeksi lepra/kusta. Kasus indeks (kasus awal positif) berasal dari ibu kedua WNI tersebut, yang berdomisili di Bali," kata Aji.

Dia mengonfirmasi bahwa saat ini sang ibu dalam perawatan dan dalam kondisi baik. Aji menambahkan, kedua WNI direncanakan segera kembali ke Indonesia untuk mendapatkan pengobatan di Indonesia.

"IHR NFP Indonesia dan Rumania terus melakukan koordinasi untuk penanganan kasus kusta tersebut," katanya.

Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan secara nasional, terdapat 10.450 kasus baru kusta (per 12 November 2025). Kasus terbanyak ditemukan di Jabar, Jatim, dan Jateng.

Dia pun mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala seperti bercak kulit yang mati rasa, tidak gatal, mengkilap/kering bersisik, lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki, kesemutan, dan nyeri pada anggota gerak.

"Kusta tidak mudah menular dan bisa sembuh total bila diobati sejak dini. Jika mengalami gejala kusta, segera datang ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk ditangani," katanya.

Menurut dia, pengobatan kusta gratis di puskesmas dan harus tuntas. Dia juga menyebutkan untuk tidak memberikan stigma dan diskriminasi pada para penderita karena dapat mengganggu upaya penemuan dan pengobatan kasus.

Sebelumnya, di media massa dikabarkan bahwa Pemerintah Rumania menemukan dua tukang pijat penderita kusta asal Indonesia di sebuah spa di Kota Cluj.

Penemuan dua kasus kusta itu menjadi kasus kusta yang terkonfirmasi di negara itu setelah lebih dari 40 tahun.

Satu dari kedua pasien baru kembali dari Asia, setelah menghabiskan satu bulan bersama ibunya yang dirawat karena menderita penyakit yang sama.

Pihak berwenang menutup spa itu untuk investigasi lebih lanjut.

Menteri Kesehatan Rumania Alexandru Rogobete mengatakan, pelanggan spa itu tidak perlu panik, karena penyakit tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk ditularkan ke orang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

47 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.