Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabar Gembira, Kemenkes Genjot Kuota 'Fellowship' Dokter Spesialis di China

📅 Minggu, 09 Jun 2024, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Kemenkes Genjot Kuota 'Fellowship' Dokter Spesialis di China Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Pertemuan Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Arianti Anaya dengan diaspora Indonesia bidang tenaga kesehatan di Beijing, China pada Jumat (7/6).

Beijing - Kementerian Kesehatan meningkatkan penjajakan dengan perguruan tinggi di China untuk menambah jumlah mahasiswa bidang kesehatan dari Indonesia yang dapat mengambil program dokter spesialis.

"Kami sudah bekerja sama dengan kampus di Wuhan, Shanghai, Guangzhou dan Beijing, ada beberapa MoU yang akan dibuat," kata Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Arianti Anaya di Beijing, China, Jumat (7/6).

Arianti menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan sekitar 15 orang dokter, tenaga medis maupun mahasiswa kedokteran yang saat ini sedang bekerja dan bersekolah di China. Selain Arianti hadir juga Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kemenkes Lupi Trilaksono, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Pattiselanno Roberth Johan, Direktur Utama RSUP Fatmawati Mohammad Syahril, Dirut RSUP Dr M Djamil Padang, Dirut RS PON Adin Nulkhasanah dan lainnya.

"Kami mendapat kuota 'fellow' sebanyak 80 orang untuk setahun dan akan diperbaharui, jadi prospeknya luar biasa dan mereka sampaikan kalau tahun ini lancar maka tahun kedua bisa juga ditingkatkan kuotanya," ungkap Arianti.

Namun,Arianti mengaku jumlah tersebut masih kurang jauh dari target "fellowship" sebanyak 550 untuk bidang kardiologi intervensi.

"Tapi kita dapat hampir 100 ya, hanya dari China, namun untuk mencapai 550 itu kan kita bertahap sampai 2027. Jadi kita berharap nantinya dari China misalnya ada 90 orang setiap tahun jadi sampai 2027 sudah cukup banyak ya," ungkap Arianti.

Sementara sisanya akan diambil lagi dari negara lain seperti Jepang, India, Malaysia dan juga dari kampus di Indonesia.

"Kami bekerja sama dengan China karena populasi China besar, jadi jumlah kasus (penyakit) juga banyak. Apalagi kalau bicara 'fellow' maka penerima 'fellow' harus menangani pasien, untuk pasien kardiologi intervensi minimal 300 pasien. Nah kalau negara-negara yang populasinya kecil sulit untuk mencari angka 300, atau untuk mencapai 300 (pasien) akan lebih lama masa 'fellow-nya', sementara kalau di sini kita bisa selesaikan 300 (pasien) dalam 1 tahun," jelas Arianti.

Diketahui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara resmi meluncurkan Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis sejak 8 Mei 2023.

Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis ini disediakan terutama untuk mempelajari empat penyakit yang berkontribusi pada angka kematian tertinggi yaitu jantung, stroke, urologi dan nefrologi, atau kanker dengan target penerima beasiswa adalah dokter spesialis yang mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) sebagai Dokter Spesialis.

Terdapat total 113 rumah sakit di dalam dan luar negeri yang ditunjuk sebagai tempat menjalani program Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis untuk masa belajar adalah 3 - 24 bulan.

Kemenkes dan LPDP berkomitmen memberikan beasiswa kepada 1000 orang tenaga kesehatan setiap tahunnya, yang jumlahnya tersebar untuk beasiswa dokter spesialis, subspesialis dan maupun yang terbaru yaitu beasiswa fellowship.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.