Jaga Stabilitas Harga Telur
📅 Rabu, 17 Mei 2023, 08:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Pemerintah melakukan sejumlah langkah konkret untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan harga telur. Pasalnya, saat ini harga telur naik hingga 33 ribu rupiah per kilogram (kg) dari sebelumnya di kisaran 27-29 ribu rupiah per kg.
Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, meminta pemerintah untuk konsisten menjaga stabilitas ekonomi di dalam negeri, termasuk menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Dia pun mengapresiasi kebijakan pemerintah mengendalikan inflasi dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, dia memperingatkan upaya stabilisasi tersebut tak boleh terhenti. "Stabilitas harga dan pasokan harus dijaga. Jangan sampai mengerek inflasi setelah lebaran lalu," ucapnya pada Koran Jakarta, Selasa (16/5).
Dalam kesempatan lainnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan upaya ini dilakukan melalui program strategis seperti pelaksanaan bantuan pangan telur dan daging ayam, pemantauan pergerakan harga di seluruh provinsi dan kabupaten/ kota, serta fasilitasi distribusi jagung ke daerah sentra peternakan untuk menjaga harga pakan.
Menurut Arief, hal ini dilakukan agar terwujud keseimbangan harga dari hulu hingga hilir sehingga menjaga keberlanjutan tumbuhnya ekosistem telur nasional. "Beberapa bulan terakhir usaha pemerintah memang untuk menyiapkan harga yang wajar. Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga di tingkat peternak, pedagang dan konsumen," ungkapnya di Jakarta, Selasa (16/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia memastikan untuk mewujudkan keseimbangan tersebut, pemerintah secara bertahap menjalankan berbagai program strategis, termasuk penyaluran bantuan telur dan daging ayam kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS). Alhasil, program tersebut secara efektif menyerap telur dan daging ayam yang dihasilkan peternak mandiri.
"Saat ini, pemerintah sedang menjalankan program bantuan untuk 1,4 juta KRS di tujuh provinsi dengan memberikan telur ayam satu pack dan 1 ekor daging ayam karkas bersama ID FOOD, Holding BUMN Pangan. Program ini akan berjalan selama tiga bulan. Mulai April sampai Juni 2023," ujarnya.
Program pemerintah ini, menurutnya, menjadi semacam closed loop yang terintegrasi dari hulu, tengah, hingga hilir. Di hulu melibatkan peternak mandiri sebagai pemasok produk, di tengah menyiapkan ID FOOD sebagai stan by buyer dengan harga yang baik untuk jaga stabilitas harga di peternak, lalu di hilir didistribusikan kepada masyarakat yang berisiko stunting sesuai data by name dan by address dari BKKBN.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mitigasi Cepat
Lebih lanjut, Arief mengatakan untuk memastikan langkah mitigasi secara cepat, Bapanas melalui aplikasi Panel Harga Pangan dengan enumerator yang tersebar di 514 kabupaten/ kota, terus melakukan monitoring dan pemantauan pergerakan harga telur di seluruh provinsi dan kabupaten/ kota setiap hari.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan per 14 Mei 2023, rata-rata harga telur di tingkat produsen berada di 25.840 rupiah per kg, sedangkan di tingkat konsumen 29.737 rupiah per kg.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar, Rofi Yasifun, mengatakan kenaikan harga telur dipicu lonjakan permintaan. "Harga telur naik ini karena demand naik, orang hajatan ramai, hidup kembali normal setelah libur Panjang. Pasca Idul Fitri selalu kami data, pada tahun-tahun sebelumnya puncak kenaikan harga biasanya di H+21 sampai H+27 Lebaran, dan tahun ini juga sama ada kenaikan, dan puncak harga saat ini sudah berlalu dan akan turun landai mulai Sabtu kemarin. Hari ini on farm (di tingkat peternak) telur di harga 26.000 rupiah per kg," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!