Istana: Pemerintah Bentuk Tim Khusus Atasi Aksi Premanisme
📅 Senin, 19 Mei 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Pemerintah saat ini sedang membentuk tim khusus untuk mengatasi aksi premanisme baik individu maupun ormas yang menghambat investasi dan dunia usaha.
JAKARTA - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menegaskan sasaran pemerintah ialah memberantas aksi premanisme, bukan organisasi masyarakat (ormas). Aksi premanisme ini yang mengganggu pelaku usaha dan berinvestasi salah satunya praktik-praktik premanisme baik yang dilakukan oleh sekelompok individu tertentu maupun ormas.
“Yang ingin diatasi dan dihilangkan oleh pemerintah adalah aksi premanisme, tindakan premanisme mau dia individual, mau dia organisasi, itu yang ingin nanti dihilangkan oleh pemerintah, dan hari ini pemerintah sedang membentuk tim khusus untuk mengatasi (premanisme) ini,” kata Hasan Nasbi menjawab pertanyaan wartawan saat acara diskusi di Jakarta, kemarin.
Hasan menyebut aksi premanisme menjadi perhatian pemerintah karena telah menghambat investasi dan mengganggu dunia usaha.
“Investor takut masuk ke kita. Orang-orang ingin berusaha itu takut untuk berusaha di kita karena ada biaya-biaya tambahan, ada beban-beban tambahan akibat aksi dan ulah premanisme. Jadi, yang mengganggu itu adalah premanismenya,” kata Hasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasan juga menyebut kerja-kerja pemerintah memberantas premanisme juga membutuhkan waktu, yang artinya premanisme tidak sekejap hilang ketika pelakunya ditindak oleh aparat. Hasan juga menjelaskan pemerintah perlu mencari cara agar para preman itu tidak kembali mengulang aksinya, tetapi dapat mengalihkan waktu dan kemampuannya untuk hal-hal produktif.
“Tentu perlu proses, dan bagaimana pun mereka juga anak-anak bangsa Indonesia yang perlu dicarikan jalan keluar, dibina, diarahkan untuk kerja-kerja lebih produktif. Dia sumber daya manusia kita juga bisa dibina dan dilatih,” kata Hasan.
Presiden Resah
Sebaiknya Anda baca juga:
Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi saat bertemu wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/5) minggu lalu, menyatakan Presiden Prabowo Subianto resah terhadap aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas).
“Terus terang kita juga merasakan keresahan karena seharusnya tidak boleh aksi-aksi premanisme yang apalagi dibungkus dengan organisasi-organisasi tertentu mengatasnamakan organisasi-organisasi kemasyarakatan, tetapi justru tidak menciptakan iklim perusahaan yang kondusif. Jadi, Pak Presiden, pemerintah, betul-betul resah,” kata Prasetyo Hadi.
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada Selasa (6/5) minggu lalu telah membentuk Satuan Tugas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan untuk menangani persoalan premanisme yang meresahkan masyarakat dan menghambat dunia usaha dan investasi.
Satgas itu melibatkan sejumlah kementerian/lembaga, di antaranya Kemenko Polkam sebagai koordinator, kemudian beranggotakan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Hukum, Kementerian Luar Negeri, Kementerian HAM, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kejaksaan Agung, TNI, Polri, Kantor Staf Kepresidenan, Kantor Komunikasi Kepresidenan, BIN, dan BSSN.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polsek Samarinda Kota untuk terus memberantas aksi premanisme yang meresahkan serta optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat.
“Saya kira, jangan ragu untuk menindak tegas semua aksi premanisme maupun kejahatan lainnya yang sudah mengganggu dan membuat masyarakat tidak nyaman. Tindak semua tanpa pandang bulu,” kata Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!