Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India Tutup Perbatasan Darat dengan Pakistan setelah 26 Turis Tewas dalam Serangan Kashmir

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 11:15 WIB | Oleh:
India Tutup Perbatasan Darat dengan Pakistan setelah 26 Turis Tewas dalam Serangan Kashmir Doc: Istimewa
Ket. Petugas keamanan memeriksa lokasi setelah serangan di Pahalgam.

NEW DELHI - India pada Kamis (24/2) menutup perbatasan darat utama dengan Pakistan , membatalkan perjanjian pembagian air dan melarang warga negara Pakistan masuk berdasarkan skema pengecualian visa setelah serangan hari Selasa oleh militan di Kashmir yang menewaskan 26 wisatawan.

Dilansir The Guardian, Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, mengatakan mereka yang melaksanakan dan merencanakan serangan terburuk terhadap warga sipil di wilayah Kashmir dalam beberapa tahun, termasuk mereka yang berada “di belakang layar”, akan mendapat respons cepat.

Saat mengumumkan penurunan hubungan dengan Pakistan, Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, mengatakan dalam jumpa pers bahwa hubungan lintas batas dengan serangan itu telah “diungkapkan” dalam rapat khusus kabinet keamanan, yang kemudian memutuskan untuk mengambil tindakan.

Misri mengatakan, India menangguhkan perjanjian air Indus “sampai Pakistan secara kredibel dan tidak dapat ditarik kembali menyatakan tidak mendukung terorisme lintas batas”. Pakistan membantah terlibat dalam serangan itu dan mengatakan perdana menterinya, Shehbaz Sharif, akan memimpin rapat komite keamanan nasional pada hari Kamis untuk menanggapi.

Pasukan keamanan India dikerahkan ke seluruh wilayah Himalaya Kashmir pada hari Rabu saat tentara dan polisi melancarkan perburuan besar-besaran terhadap para pelaku serangan pada hari Selasa yang menewaskan sedikitnya 26 wisatawan, semuanya pria.

Asavari Jagdale, dari negara bagian Maharashtra di India barat, yang kehilangan ayah dan pamannya dalam serangan itu, mengatakan kepada media lokal bahwa dia dan keluarganya bersembunyi di dalam tenda terdekat bersama wisatawan lain ketika penembakan dimulai.

Kelompok militan yang kurang dikenal, Perlawanan Kashmir, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Melalui media sosial, kelompok ini menyatakan ketidakpuasannya karena lebih dari 85.000 "orang luar" telah ditempatkan di wilayah tersebut, yang memicu "perubahan demografi".

Serangan itu, yang dilaporkan melibatkan empat orang bersenjata, terjadi di padang rumput di daerah Pahalgam di wilayah federal Himalaya yang indah. Korban tewas adalah 25 warga negara India dan satu warga negara Nepal. Itu adalah serangan terburuk terhadap warga sipil di India sejak penembakan Mumbai tahun 2008.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

28 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.