Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindari Ancaman Bencana Alam, Gubernur Maluku Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak

📅 Jumat, 19 Des 2025, 09:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hindari Ancaman Bencana Alam, Gubernur Maluku Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH LLM, menyatakan ketegasannya melakukan penertiban kawasan Gunung Botak dari aktivitas penambangan emas ilegal yang mengancam kerusakan lingkungan di Pulau Buru. 

AMBON – Gubernur Maluku, Henderik Lewerissa, menyatakan ketegasannya dalam melakukan penertiban terhadap para penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, guna menghindari ancaman bencana alam dan kerusakan lingkungan, meski ada pihak-pihak tertentu yang masih melakukan perlawanan.

"Soal Gunung Botak, kami sudah mengantisipasi bahwa pastinya akan ada kelompok-kelompok kepentingan yang akan menggerakkan orang-orang untuk berunjuk rasa ke pemerintah," kata gubernur di Ambon, Kamis (18/12).

Menurut dia, apakah berpengaruh kepada pemerintah terkait aksi penolakan, maka jawabannya adalah tidak, sebab pemerintah tetap tegas dalam sikap untuk menertibkan aktivitas penambangan ilegal di kawasan itu.

"Kita lihat sendiri apa dampak dari bencana alam banjir di Sumatera, coba bayangkan saja kalau terjadi bencana hydroklimatologi di Gunung Botak memang mereka yang melakukan aktivitas penambangan itu yang bertanggungjawab?" ucapnya.

Tentunya para penambang hingga siapa pun yang memasok bahan kimia berbahaya ke sana akan melarikan diri.

"Yang bertanggungjawab adalah pemerintah, negara, atau daerah. Jadi saya tegas dalam sikap," tandasnya.

Bukan masalah emasnya tetapi bagaimana upaya pemerintah menyelamatkan lingkungan dan kawasan pemukiman penduduk di Pulau Buru.

Terkait keberadaan sepuluh koperasi yang akan melakukan pengelolaan tambang emas di Gunung Botak, menurut gubernur, negara adalah pemegang kuasa pertambangan dan telah memberikan izin resmi kepada 10 koperasi maka mereka harus berproses dengan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

56 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.