Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Riau Jadikan Dikha 'Aura Farming' Pacu Jalur Jadi Duta Pariwisata

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 00:05 WIB | Oleh:
Gubernur Riau Jadikan Dikha 'Aura Farming' Pacu Jalur Jadi Duta Pariwisata Doc: Antara/Pemprov Riau

JAKARTA - Gubernur Riau Abdul Wahid menjadikan bocah penari di atas perahu tradisional Pacu Jalur dari Kabupaten Kuantan Singingi yang videonya viral dengan julukan "Aura Farming", Rayyan Arkan Dikha, sebagai Duta Pariwisata Riau.

Abdul Wahid memberikan penghargaan dan beasiswa pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas jasanya mempromosikan budaya Riau ke kancah mancanegara. Menurutnya fenomena Dikha adalah bukti bagaimana era digital mampu melambungkan kearifan lokal.

"Jasanya besar, untuk itu hari ini saya nobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau. Saya juga memberikan beasiswa pendidikan kepada Dikha, semoga ini bisa bermanfaat untuknya," kata Abdul Wahid, di Pekanbaru, dikutip dari Antara, Selasa (8/7).

Ia menambahkan, inisiatif pemberian penghargaan dan beasiswa ini lebih dari sekadar apresiasi. Ini adalah bentuk motivasi bagi generasi muda Riau lainnya agar semakin mencintai, menjaga, dan aktif mempromosikan budaya daerah mereka.

Langkah yang dilakukan Dikha, katanya lagi, meskipun terbilang sederhana, telah memberikan dampak besar bagi nama baik Riau di mata dunia. Gubernur menekankan bahwa di tengah arus informasi digital, setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen promosi budaya.

"Saya menyampaikan bahwa kita merasa bangga bahwa selama ini Pacu Jalur budaya dan tradisi kita bisa dikenal luas oleh seluruh masyarakat," ujarnya pula.

Rayyan Arkan Dikha yang diundang langsung ke Kantor Gubernur Riau tidak menyangka bakal bertemu Gubernur Riau. Ia pun memperagakan tarian pacu jalur tersebut disambut riuh tepuk tangan pegawai Pemerintah Provinsi Riau yang turut melakukan aksi tren "Aura Farming" tersebut .

“Wah saya senang. Gak nyangka sebelumnya bakalan ketemu Pak Gubernur terus diapresiasi jadi Duta Pariwisata Riau,” kata Dika.

Anak Coki adalah sebutan bagi penari yang berdiri di ujung perahu, menggoyangkan tubuh dan menjadi pusat perhatian penonton saat Pacu Jalur berlangsung. Diungkapkannya ini bukan sembarang tugas, ia harus menjaga keseimbangan di atas perahu panjang yang bergoyang kencang saat didayung oleh puluhan anak jalur.

“Hal yang susah untuk menari di atas perahu itu tentunya mengimbangkan badan. Saya belajar sendiri secara otodidak,” ujar Dika pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

15 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.