Gubernur Jateng Gandeng Fatayat NU Majukan Program Kecamatan Berdaya untuk Perempuan dan Komunitas Rentan
📅 Minggu, 04 Mei 2025, 20:25 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: koran jakarta/henri pelupessy
TEGAL — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus mendorong kolaborasi lintas sektoral dalam pembangunan daerah, termasuk dengan organisasi masyarakat seperti Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam momentum Harlah ke-75 dan Halalbihalal Fatayat NU Jateng yang dihadiri ratusan kader Fatayat NU dari berbagai wilayah Jateng. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat akar rumput, khususnya melalui program Kecamatan Berdaya.
“Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada sinergi dengan kabupaten/kota, stakeholder, dan elemen masyarakat. Kami telah siapkan program Kecamatan Berdaya, yang salah satunya fokus pada pemberdayaan perempuan,” ujar Gubernur Luthfi digelar di Pendopo Kota Tegal, Jateng, Minggu (4/5).
Melalui program ini, Pemprov Jateng memberikan akses seluas-luasnya kepada kelompok perempuan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif, kewirausahaan, hingga kepemimpinan komunitas. Program ini diharapkan hadir di seluruh kecamatan di 35 kabupaten/kota di Jateng.
“Fatayat NU bisa jadi mitra penting dalam menggerakkan pemberdayaan perempuan, anak, pemuda, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Pemerintah siap mendampingi, termasuk lewat program dari dinas maupun kementerian terkait,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam arah pembangunan ke depan, Luthfi menegaskan bahwa fokus Pemprov Jateng untuk 2025 adalah pembangunan infrastruktur, disusul dengan target swasembada pangan di tahun 2026. Pengentasan kemiskinan dan stunting tetap menjadi prioritas lintas tahun yang dikerjakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami juga terbuka menerima gagasan dari Fatayat NU. Silakan ajukan usulan, karena visi besar kita adalah Indonesia Emas 2045, dan itu hanya bisa dicapai jika seluruh elemen bergerak bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, mengapresiasi ajakan kolaboratif dari Pemprov Jateng. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran ganda yang sama pentingnya, baik di ranah publik maupun domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak berkarya. Justru dari rumah lahir generasi penerus bangsa. Maka perempuan harus terus meningkatkan kualitas dan kapasitas dirinya,” ucap Margaret.
Ia menambahkan bahwa Fatayat NU siap mendukung penuh program-program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, pengurangan kemiskinan, dan penanggulangan stunting di tingkat keluarga.
“Kami siap berperan aktif. Bukan hanya mendampingi masyarakat, tapi juga menjadi agen perubahan dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan akar komunitas, Jateng menatap masa depan pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!