Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Finerenone Obat untuk Cegah Inflamasi dan Fibrosis Penderita Gagal Ginjal Kronis

📅 Selasa, 16 Jan 2024, 20:49 WIB | Oleh:
Finerenone Obat untuk Cegah Inflamasi dan Fibrosis Penderita Gagal Ginjal Kronis Doc: istimewa
Ket. gagal ginjal

JAKARTA -Gagal ginjal dapat diartikan tidak berfungsinya dengan baiksalah satu atau kedua ginjal. Keadaan ini selain bersifat sementara, juga bisa berkembang dengan cepat sehingga disebut gagal ginjal akut.

Salah satu penyakit gagal ginjal berupa penyakit gagal ginjal kronis (PGK) bisa disebabkan oleh diabetes tipe 2. PGK sendiri merupakan kondisi hilangnya fungsi ginjal secara bertahap. Gangguannya berupa inflamasi dan fibrosis pada ginjal sebagai faktor utama kerusakan struktur permanen pada ginjal yang berujung pada gagal ginjal, dan berlanjut dengan cuci darah.

Berdasarkan penelitian the American Society of Nephrology (ASN) Kidney Week 2021, untuk menurunkan risiko PGK dengan menurunkan keutuhan dialysis sebesar 36 persen, bisa dengan terapi dengan Finerenone.Obat bari ini disebutmampu membantu menangani PGK.

Country Division Head Pharmaceuticals Bayer Indonesia Jeff Lai, menjelaskan, finerenone merupakan obat inovatif bertujuan mencegah progresi sejak dini pada pasien PGK dengan Diabetes tipe 2. Faktor utama progresi PGK pada pasien Diabetes tipe 2 adalah adanya inflamasi dan fibrosis pada ginjal yang terlihat dari adanya albuminuria yang merupakan tanda awal kerusakan ginjal.

"PGK pada pasien Diabetes tipe 2 tahap lanjut dapat berakibat gagal ginjal dan cuci darah. Kondisi ini akan menjadi beban ekonomi yang sangat berat bagi pasien dan keluarga mereka," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta Senin (15/1).

Head of Medical Dept. Pharmaceutical Division PT Bayer Indonesia Dr. Dewi Muliatin Santoso menjelaskan, Finerenone dari Bayer merupakan pengobatan inovatif yang disetujui secara global dan Indonesia untuk mengatasi tingginya risiko perburukkan ginjal pada pasien PGK dengan Diabetes tipe 2. Obat ini secara khusus menargetkan penurunan risiko inflamasi dan fibrosis, yang menjadi keunggulan utama pengobatan ini, khususnya bagi pasien PGK dengan Diabetes tipe 2.

Pedoman klinis terbaru untuk manajemen PGK dengan Diabetes tipe 2 merekomendasikan kombinasi terapi obat untuk mengurangi risiko secara optimal yaitu dengan Finerenone. Perannya sebagai salah satu pilar pengobatan utama.

"Penggunaa Finerenone telah direkomendasikan pada pedoman klinis internasional seperti ADA, KDIGO, AACE, dan ESC. Finerenone dari Bayer adalah Mineralocorticoid Receptor Antagonist (MRA) nonsteroid pertama yang disetujui BPOM untuk PGK (dengan albuminuria) yang berhubungan dengan Diabetes tipe 2 pada orang dewasa," kata Dr. Dewi.

Ia menjelaskan, Finerenone bekerja dengan memblokir sekelompok protein, yang disebut reseptor mineralokortikoid. Peningkatan stimulasi reseptor mineralokortikoid diketahui memicu cedera dan peradangan pada ginjal sehingga berperan dalam progresi PGK.

Finerenone berfungsi menghentikan stimulasi tersebut untuk memperlambat, bahkan mencegah peradangan atau inflamasi, serta fibrosis yang bisa memperparah dan merusak ginjal. Data juga menunjukkan adanya penurunan albumin secara lebih cepat setelah empat bulan mendapatkan terapi menggunakan Finerenone, dan hasilnya pun berdampak jangka panjang pada ginjal.

"Efek terapi Finerenone pada ginjal terutama dimediasi oleh penurunan rasio albumin-kreatinin urin (urine albumin-to-creatinine/UACR) lebih dini pada pasien dengan PGK dan Diabetes tipe 2. Penurunan UACR yang terjadi saat melakukan terapi dengan Finerenone memberi dampak adanya penurunan risiko perkembangan PGK.

"Risiko pada ginjal yaitu termasuk gagal ginjal, penurunan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) sebesar 57 persen atau lebih dari awal, atau kematian akibat penyakit ginjal. Selain pengobatan, penting untuk dilakukan deteksi dini pada pasien PGK dengan Diabetes tipe 2 sehingga pengobatan dapat memberikan manfaat lebih maksimal bagi pasien," katanya.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, menjelaskan, penyebab utama progresi pada PGK pada pasien Diabetes tipe 2 adalah terjadinya inflamasi dan fibrosis pada ginjal.Fibrosis adalah kondisi di mana lendir di dalam tubuh menjadi lebih kental dan lengket.

"Ketika seseorang mengalaminya, artinya ada kegagalan dari respon fungsi penyembuhan dan perbaikan yang ada pada ginjal. Sehingga, progresi menuju gagal ginjal akan semakin cepat," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

30 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.