Dua Jenazah Lagi Teridentifikasi, Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Capai 53 Orang
📅 Minggu, 12 Okt 2025, 22:42 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Rizal Hanafi
SURABAYA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi dua korban tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Dengan tambahan ini, total 53 dari 67 kantong jenazah telah diketahui identitasnya. Sementara 11 kantong lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA di Jakarta.
“Yang terdiri dari dua jenazah, dua kantong jenazah cocok atau match dengan dua nomor antemortem," kata Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan Marzuki di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu.
Jenazah yang pertama yaitu kantong jenazah dengan nomor postmortem RSB B025 teridentifikasi melalui DNA dan medis cocok dengan nomor antemortem 003 sebagai Ahmad Haikal Fadil Al Fatih, laki-laki 12 tahun dengan alamat Dusun Timur Leke Sendang Darjah Labang Bangkalan.
Yang kedua, kantong jenazah dengan nomor PM atau postmortem RSB B047 teridentifikasi melalui DNA, medis dan properti barang kepemilikan cocok dengan nomor antemortem 059 sebagai Syamsul Arifin, laki-laki 18 tahun dengan alamat Dusun Badang, Telaga, Galis, Bangkalan, Jawa Timur.
Perwira polisi dengan tiga melati emas di pundak itu, mengemukakan sampai saat ini masih ada 11 kantong jenazah yang belum teridentifikasi.
"Dari 11 kantong jenazah ada body part di dalamnya, cuma jumlahnya berapa kita belum tahu pasti. Kita nunggu hasil DNA,” kata Khusnan.
Sementara itu, tim forensik juga menyampaikan kendala dalam proses identifikasi lanjutan. Pada 11 kantong jenazah tersebut ada beberapa sama body part yang tidak utuh atau lengkap dan tanpa tanda khusus.
Sehingga tim DVI Polda Jatim hanya bisa bergantung pada DNA.
"Dari 11 kantong jenazah ini masih proses identifikasi di Jakarta. Harapan kami tidak lama lagi bisa keluar hasilnya. Memang karena faktor proses alamnya jadi membutuhkan waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan proses identifikasi kali ini membutuhkan waktu lebih lama dibanding hari-hari pertama.
Khusnan berharap seluruh korban segera teridentifikasi agar keluarga dapat segera mengetahui identitas anggota keluarganya.
Audit Konstruksi
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mulai melakukan audit konstruksi 80 bangunan pondok pesantren (ponpes) tua dengan jumlah santri lebih dari 1.000 orang dan/atau memiliki bangunan empat lantai di berbagai daerah sebagai langkah antisipasi, menyusul insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, di Sidoarjo, Jawa TImur, beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana, di Pacitan, Jawa Timur, Jumat, mengatakan audit dilakukan secara bertahap karena jumlah ponpes di Indonesia mencapai lebih dari 42 ribu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah memprioritaskan pesantren dengan jumlah santri lebih dari seribu orang dan memiliki bangunan empat lantai.
"Sampai Desember ini ada 80 pondok pesantren yang akan diaudit. Kami melakukan review dokumen perencanaan dan memberikan rekomendasi perbaikan," kata Dewi saat meninjau Ponpes Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.
Pesantren yang akan diaudit tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Untuk intervensi fisik, kata Dewi, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mendampingi proses persetujuan pembangunan gedung. Kalau nanti ditemukan kekurangan, akan diputuskan apakah perlu dilakukan intervensi fisik atau tidak," ujarnya lagi.
Sebelumnya, bangunan tiga lantai di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, ambruk pada 29 Agustus 2025 dan menelan 67 korban jiwa dari total 171 orang yang tertimpa reruntuhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!