Distribusi Pupuk Subsidi Kian Ketat, Pemerintah Libatkan Gapoktan dan Kopdes Merah Putih
📅 Jumat, 05 Sep 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Yudi Manar.
JAKARTA - Penyaluran pupuk subsidi menjadi instrumen penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan stabilitas harga pangan.
Skema ini membantu meringankan beban biaya petani, khususnya di tengah fluktuasi harga pupuk global.
Namun, efektivitasnya kerap terkendala masalah distribusi, ketepatan sasaran, dan keterbatasan anggaran.
Jika tidak diawasi dengan baik, risiko penyalahgunaan dan ketidaksesuaian data penerima bisa mengurangi manfaat subsidi.
Karena itu, digitalisasi sistem distribusi dan pengawasan berlapis menjadi kunci agar penyaluran pupuk subsidi benar-benar mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah terus memperkuat posisi gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebagai Kelembagaan Ekonomi Petani, termasuk dapat berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih akan memperkuat sistem distribusi pupuk subsidi yang selama ini menjadi penopang produktivitas pertanian sebab kehadiran KDMP di setiap desa, mendekatkan petani kepada pupuk.
"Petani bisa mendapatkan akses yang menyeluruh terhadap input pertanian melalui KDMP, mulai dari pupuk subsidi, nonsubsidi seperti ZA, ZK, Phosgreen, Phonska Plus, pupuk organik, hingga pestisida,” katanya melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (5/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, Kementerian Koperasi terus mendorong penguatan KDMP Putih sebagai mitra strategis dalam rantai pasok pupuk bersubsidi, sehingga dapat membantu upaya pengendalian program distribusi pupuk, katanya, menambahkan.
Menurut dia, penguatan titik serah pupuk bersubsidi melalui KDMP sebagai upaya memperkuat peran koperasi dalam ketahanan pangan nasional, selain itu juga menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi desa dan terwujudnya swasembada pangan.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Tedy Dirhamsyah mengatakan mereka melakukan beberapa mekanisme agar Gapoktan bisa menjadi titik serah pupuk bersubsidi seperti mengidentifikasi petani yang potensial menjadi anggota kelompok tani.
Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong kelompok petani menjadi gabungan kelompok tani agar bisa lebih kuat, punya posisi tawar juga lebih tinggi dengan pemangku kepentingan yang lain, kemudian pengembangan jejaring dan kemitraan usaha dari Gapoktan tersebut.
Namun Tedy mengakui, ada beberapa kendala Gapoktan menjadi titik serah pupuk bersubsidi yakni permodalan belum memadai, keterbatasan gudang, keterbatasan SDM manajerial, persyaratan masih belum lengkap dan ada keraguan terutama banyaknya kios yang berdekatan.
Karena itu, mantan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP itu menambahkan peran penyuluh dalam mendampingi Gapoktan menjadi penting terutama menjadikan Gapoktan berfungsi dengan baik dan membantu dalam mengakses fasilitas keuangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!