Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulu Tangkis Perlu Pembenahan Serius

📅 Senin, 22 Sep 2025, 07:37 WIB | Oleh:
Bulu Tangkis Perlu Pembenahan Serius Doc: PP PBSI
Ket. Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri dalam ajang China Masters 2025, di Shenzhen, Sabtu (20/9).

JAKARTA - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, harus mengubur ambisi di ajang China Masters 2025. Langkah mereka terhenti di babak semifinal ditaklukkan wakil Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dua gim langsung 13-21, 17-21 di Shenzhen Arena, Sabtu (20/9).

Hasil ini sekaligus memastikan Indonesia pulang tanpa gelar dari turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut. Kekalahan Fajar/Fikri menjadi sorotan karena sebelumnya mereka mampu menyingkirkan pasangan Korea itu di ajang China Open 2025. Namun, cerita berbeda terjadi kali ini. Sejak gim pertama, Fajar/Fikri tampak kesulitan menghadapi pola agresif Kim/Seo.

Banyak pengembalian mereka tidak akurat, bahkan berulang kali tersangkut di net. Situasi ini membuat lawan semakin percaya diri untuk terus menekan. Masalah utama Fajar/Fikri ada pada konsistensi. Di level dunia, satu-dua kesalahan kecil bisa jadi bumerang. Kim/Seo bermain solid. Sebaliknya Fajar/Fikri goyah saat ditekan.

Pengamat bulu tangkis, Jujun Junaedi, mengatakan, tak hanya konsistensi. Rapuhnya pertahanan juga ikut menambah beban. Serangan cepat dan smash keras yang biasanya menjadi andalan, kali ini tak cukup efektif. Kim/Seo justru mampu membaca pola serangan dan mengembalikan bola dengan presisi, memaksa Fajar/Fikri terus dalam posisi bertahan.

“Pertahanan yang kuat adalah fondasi. Tanpa itu, sehebat apa pun serangan akan mudah ditembus. Fajar/Fikri tampak kelelahan dan banyak kehilangan poin dari bola-bola yang seharusnya bisa dikembalikan,” tambah Jujun. Faktor mental pun menjadi catatan. Kim/Seo datang dengan motivasi balas dendam setelah kekalahan di China Open. Sementara itu, Fajar/Fikri justru terlihat terbebani untuk mengulang kemenangan. Kondisi ini membuat mereka bermain di bawah standar.

Kekalahan tersebut juga menyingkap persoalan regenerasi di sektor ganda putra. Saat Fajar/Fikri tumbang, tak ada pasangan lain yang bisa diandalkan untuk melanjutkan perjuangan. Hal ini berbeda dengan Korea Selatan yang memiliki lebih dari satu pasangan kompetitif.

Menurut Jujun, PBSI harus segera membenahi program pembinaan. “Kedalaman skuad menjadi masalah serius. Regenerasi tidak boleh terlambat. Indonesia butuh lebih banyak pasangan kuat agar tidak hanya bergantung pada satu-dua nama,”  ujarnya. Selain itu, strategi permainan dinilai belum maksimal. Kim/Seo mampu membaca pola Fajar/Fikri dan mengeksploitasi celah. Evaluasi menyeluruh terhadap taktik maupun latihan pun dinilai mendesak.

Bagi Fajar/Fikri, kekalahan ini menjadi cermin bahwa perjalanan menuju puncak dunia masih panjang. Bagi PBSI, absennya gelar dari turnamen besar seperti China Masters adalah alarm keras. “Bulu tangkis Indonesia tidak boleh terlena dengan masa lalu. Ini momen untuk berbenah. Jika konsistensi, mental, dan strategi bisa ditingkatkan, saya yakin Indonesia bisa bangkit dan kembali dominan,” tandas Jujun. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.