Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budi Ungkap Edukasi Ibu Rumah Tangga Penting Tangani Arbovirus

📅 Rabu, 24 Apr 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Ungkap Edukasi Ibu Rumah Tangga Penting Tangani Arbovirus Doc: kemkes.go.id
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan edukasi tentang arbovirus atau virus yang ditularkan lewat gigitan serangga penting bagi ibu rumah tangga, karena mereka adalah dokter pertama bagi keluarga.

"Jika suami sakit, yang pertama akan merawatnya adalah sang istri. Jika anak-anakmu sakit, dokter keluarga pertama adalah sang istri. Kalau kucing dan anjing Anda sakit, yang akan merawat mereka adalah sang istri, bukan si suami," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Arbovirus Summit yang disiarkan di kanal YouTube resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Senin (22/4).

Menkes mengatakan Indonesia memiliki 1,5 juta kader posyandu yang tersebar pada 85 ribu desa, yang memiliki pengetahuan tentang penanganan arbovirus. Namun dia berharap pengetahuan itu juga dapat diteruskan ke-80 juta ibu rumah tangga.

Hal itu, menurutnya, tepat karena ibu rumah tangga adalah penyayang serta tidak meminta biaya dari pemerintah dalam merawat anggota keluarga, berbeda dengan rumah sakit.

Menkes menjelaskan edukasi tersebut dapat diberikan melalui berbagai platform media sosial yang kerap mereka akses serta perkumpulan keagamaan yang mereka ikuti. Menkes mencontohkan biasanya ibu rumah tangga yang tergolong kaum urban suka membuka Instagram, sehingga edukasi tentang dengue yang disebarkan oleh jenis nyamuk yang hidup di kota, diperlukan.

"Kalau anda buka Facebook, berarti Anda tinggal di pedesaan. (Di) Pedesaan, Anda terpapar malaria. Ini adalah nyamuk desa," kata Menkes Budi.

Menurut Menkes, edukasi adalah hal terpenting dalam penanganan arbovirus, karena dengan edukasi, orang dapat berubah dan mengadopsi gaya hidup lebih sehat.

"Saya sangat percaya bahwa cara terbaik melakukan intervensi kesehatan adalah dengan mencegah daripada mengobati. Itu lebih murah dan juga (membuat) kualitas hidup yang lebih baik," kata Menkes.

Selain edukasi, lanjutnya, upaya-upaya lain adalah kontrol faktor, surveilans yang kuat, serta pengembangan vaksin. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.